Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Korban Banjir Solsel Mulai Terserang Penyakit

Senin 16 Des 2019 17:50 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga korban banjir bandang membawa bantuan di desa Sapan, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, Kamis (28/11). Sebagian warga yang terimbas banjir bandang belum bisa mendapatkan bantuan makanan dan pakaian dikarenakan akses ke daerah tertutup material longsor.

Sejumlah warga korban banjir bandang membawa bantuan di desa Sapan, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, Kamis (28/11). Sebagian warga yang terimbas banjir bandang belum bisa mendapatkan bantuan makanan dan pakaian dikarenakan akses ke daerah tertutup material longsor.

Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Ada yang terkena penyakit scabies, gastritis, ispa, cepalgia, febris dan hipertensi.

REPUBLIKA.CO.ID, MUARA LABUH -- Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman menyebutkan tim medis dari Dinkes dan juga dari puskesmas di tiga kecamatan yang dilanda bencana banjir Solok Selatan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Novirman menyebut tim medis masuk ke permukiman-permukiman warga untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis dari rumah ke rumah.

Baca Juga

"Kami memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dengan menerjunkan tim ke permukiman warga dan ke posko-posko pengungsian," kata Novirman, Senin (16/12).

Novirman memberikan data pelayanan yang dilakukan Dinas Kesehatan Solok Selatan selama Ahad (15/12) kemarin. Di wilayah kerja Nagari Pakan Rabaa di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, terdapat tujuh pasien yang mengidap penyakit seperti scabies, gastritis, ispa, cepalgia, febris dan hipertensi.

Di Nagari Pasar Muara Labuh Kecamatan Pauh Duo, terdapat 49 warga yang mengidap penyakit luka lecet, febris, ispa dermstitis, cepalgia, scabies dan lain-lain. Novirman menyebut pasokan obat-obatan dan peralatan medis yang dimiliki Dinas Kesehatan Solok Selatan masih cukup. Pihaknya sudah melakukan penambahan pasokan obat-obatan sejak bencana banjir bandang di Solok Selatan pada akhir November lalu atau saat status siaga darurat bencana Solok Selatan yang pertama ditetapkan.

Pelayanan medis ini kata Novirman akan diberikan kepada warga  korban banjir secara gratis. "Pelayanan kesehatan untuk korban bencana kita berikan gratis. Bahkan kita siap berita fasilitas antar jemput bila ada pasien yang harus dirujuk ke rumahbs sakit," ujar Novirman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA