Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Peringati Hari Guru, PGRI Purbalingga Gelar 34 Kegiatan

Ahad 08 Dec 2019 17:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Esthi Maharani

Guru sedang mengajar

Guru sedang mengajar

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Para guru di Purbalingga ke depan, harus terus mengembangkan diri secara dinamis.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Dalam rangka peringatan Hari Guru 2019 dan HUT ke 74 PGRI, PGRI Purbalingga menggelar cukup banyak kegiatan. Ketua PGRI Purbalingga Sardjono, menyebutkan ada 34 rangkaian kegiatan yang dilaksanakan PGRI dalam memperingati kedua momentum tersebut.

''Selain menggelar berbagai kegiatan lomba kita juga menggelar acara pengukuhan 280 anggota baru PGRI, seminar guru, launching buku karya guru yang berjumlah 399 judul buku, dan berbagai kegiatan lain,'' jelasnya dalam kegiatan Resepsi HUT PGRI di Aula Gedung PGRI, Sabtu (7/12) malam.

Dia menyebutkan, dalam kegiatan resepsi ini juga  dipentaskan pegelaran wayang kulit oleh dalang Ki Kusno yang juga merupakan Kepala SDN 1 Tetel Kecamatan Pengadegan, Yunianto yang merupakan Kepala SDN 1 Bedagas, Kecamatan Pengadegan, dan penampilan dalang muda Awan Dika yang merupakan siswa SMPN 1 Pengadegan.

''Kita tidak mengundang dalang kondang, tetapi mementaskan dalang dari kalangan guru karena malam resepsi ini memang merupakan panggung untuk kita,'' jelasnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Agus Winarno yang hadir mewakili Bupati, dalam kesempatan itu menyatakan momentum HUT PGRI dan peringatan Hari Guru, diharapkan bisa menjadi wahana untuk merenung, kontemplasi, dan instrospeksi, tentang sejauh mana tugas serta kewajiban sudah dilaksanakan.

''Peringatan ulang tahun organisasi bukan sekedar menjadi arena kegembiraan tanpa makna. Yang lebih penting, adalah menggelorakan energi positif yang baru, untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya,'' katanya.

Dia menyatakan, para guru di Purbalingga ke depan, harus terus mengembangkan diri secara dinamis. Guru tidak boleh stagnan, atau terpaku pada posisi nyaman. ''Namun para guru harus peka terhadap perkembangan dunia, karena guru merupakan agen perubahan yang perannya tidak mungkin tergantikan oleh peralatan modern apa pun,'' katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA