Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sambungan Tol Layang Japek Banyak Dikeluhkan Pengendara

Senin 16 Dec 2019 13:59 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (15/12).

Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (15/12).

Foto: Republika/Prayogi
Kementerian PUPR segera membenahi sambungan Tol Layang Japek yang banyk dikeluhkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah masyarakat yang sudah mencoba Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) pada Ahad (15/12) kemarin mengeluhkan soal setiap sambungan di jalan sepanjang 38 kilometer tersebut. Saat melintas di setiap sambungan jembatan atau expansion joint membuat mobil seakan melintasi garis kejut.

Mengenai keluhan tersebut, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan segera disempurnakan. “Sekarang ini masih belum sempurna, tapi Pak Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR mau memperbaiki itu dalam waktu dekat,” kata Budi di Gedung Kemenhub, Senin (16/12).

Sebab, Budi menjelaskan setiap sambungan jembatan di Tol Layang Japek harusnya tidak akan terasa saat kendaraan melewati. Hanya saja saat ini memang belum terlalu sempurna sehingga seperti polisi tidur saat kendaraan melintas.

“Tapi kalau kecepatan tinggi itu potensinya gini, kayak lompat sedikit. Itu yang bahaya,” ujar Budi.

Budi menjelaskan setiap sambungan jembatan yang terasa bukan dikarenakan belum dilakukan pengaspalan. Hanya saja belum sepurna kata Budi, sehingga saat kendaraan melintas seperti sidikit turun.

Meskipun begitu, Budi menegaskan dengan kecepatan maksimal 80 kilometer perjam tidak akan berbahaya. “Kemarin saya lewat situ (Tol Layang Japek) sudah ada yang enak. Awal mencoba memang saya terasa sekali, tapi kemarin saya lewat tidak semuanya seperti itu,” jelas Budi.

Sebelum Tol Layang Japek diresmikan Kamis (12/12), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan konstruksi dipastikan aman. Basuki menegaskan sebelumnya uji beban seudah selesai dilakukan dengan hasil yang baik.

Hanya saja, Basuki mengakui saat ini tinggal menghaluskan bagian sambungan jembatan untuk menambah kenyamanan. “Sudah dicoba 80 kilometer perjam masih cukup nyaman, itu kecepatan maksimum di jalan tol ini,” tutur Basuki.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA