Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Bukit Asam Targetkan Produksi Tahun Depan Capai 30 Juta Ton

Senin 16 Des 2019 11:21 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan, Sabtu (5/11).

Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan, Sabtu (5/11).

Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Produksi Bukit Asam tahun ini sebesar 26 juta ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana menaikkan produksi pada 2020 mendatang sebesar 30 juta ton. Produksi ini lebih tinggi dibandingkan produksi 2019 yang sebesar 26,36 juta ton.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menjelaskan perusahaan tetap akan menambah produksi meski ditengah harga batubara yang masih melemah. Hal ini dilakukan perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan volume ekspor, tetapi juga kebutuhan dalam negeri baik sektor industri maupun serapan pembangkit yang dibangun perusahaan sendiri.

"Insya Allah lebih besar produksinya daripada 2019 ini. Sekitar 30 juta ton," ujar Arviyan kepada Republika.co.id, Senin (16/12).

Produksi ini alokasi terbesar untuk tahun depan tetap untuk prioritas domestik. Ia menjelaskan alokasi produksi untuk domestik sebesar 60 persen sedangkan sisanya untuk ekspor. 

"Kita pasok dalam negeri sebesar 60 persen," ujar Arviyan.

Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 4 triliun pada 2020. Dana ini akan digunakan untuk mendukung produksi dan penjualan batubara tahun depan. Perusahaan juga mengalokasikan capex ini untuk mempercepat proyek proyek hilirisasi.

Arviyan menjelaskan proyek tersebut antara lain proyek gasifikasi batu bara, pengembangan angkutan batubara dan PLTU Sumsel-8. "Belanja modal juga akan digunakan untuk investasi di anak perusahaan dan pengembangan yang lain," tambah Arviyan.

Tahun ini, Bukit Asam menargetkan produksi batu bara sebesar 27,26 juta ton atau naik 3 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 26,36 juta ton. Sedangkan target angkutan batu bara pada 2019 adalah 25,3 juta ton atau meningkat 12 persen dari realisasi angkutan kereta api pada tahun lalu.

Sedangkan untuk volume penjualan batu bara ditargetkan menjadi 28,38 juta ton, yang terdiri dari penjualan batu bara domestik sebesar 13,67 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 14,71 juta ton. Volume ini meningkat 15 persen dari realisasi penjualan batu bara pada tahun lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA