Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Mahasiswa UNS Buat Alat Mobilitas untuk Tunanetra

Senin 16 Des 2019 09:43 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah menciptakan alat mobilitas untuk penyandang tunanetra berupa SO-LI Sense'. Foto: Seorang pria tunanetra berjalan dituntun anjingnya (ilustrasi).

Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah menciptakan alat mobilitas untuk penyandang tunanetra berupa SO-LI Sense'. Foto: Seorang pria tunanetra berjalan dituntun anjingnya (ilustrasi).

Foto: www2.wsls.com
Alat bernama SO-LI-Sense dapat melakukan pemetaan lingkungan dengan '3D mapping'.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah menciptakan alat mobilitas untuk penyandang tunanetra berupa SO-LI Sense'. Alat ini dapat melakukan pemetaan lingkungan dengan '3D mapping'.

"Üntuk mengetahui secara menyeluruh objek di sekitar tunanetra dan memberikan rasa aman ketika berjalan," kata salah satu mahasiswa pencipta alat itu, Andreas Wegiq.

Ia mengatakan biasanya penyandang tunanetra menggunakan teknologi asistif berupa tongkat tunanetra dan anjing pemandu untuk meningkatkan mobilitas. Meski demikian, dikatakannya, kedua alat tersebut tidak cukup untuk meningkatkan mobilitas tunanetra secara signifikan.

"Oleh karena itu, perlu adanya terobosan teknologi asistif baru," katanya.

Ia mengatakan alat tersebut terdiri atastiga bagian, yaitu "SO-LI Helmet", "SO-LI Bracelet", dan "SO-LI Bag". SO-LI Helmet, merupakan pemandu tunanetra untuk menghindari penghalang yang dilengkapi dengan komponen "headphone" sebagai speaker untuk menyampaikan informasi objek oleh asisten digital.

"Bagian ini juga dilengkapi dengan 'depth censor' dan 360 derajat lidar sensor," katanya.

Selanjutnya untuk SO-LI Bag difungsikan sebagai tas pengolah data yang didesain khusus untuk pengolahan data berat. Ia mengatakan di dalamnya terdapat laptop yang terinstal "robotic operating system" (ROS) untuk mengolah data hasil tangkapan sensor.

Sedangkan untuk SO-LI Bracelet, merupakan gelang getar pemberi informasi kedekatan objek di sekitar tunanetra dalam bentuk getaran. Untuk terhubung dengan SO-LI Bag dan SO-LI Helmet, gelang ini menggunakan komunikasi data melalui WiFi.

Kelompok tersebut menargetkan dapat dilakukan hingga satu tahun ke depan. "Mulai dari pengembangan badan produk yang ergonomis atau nyaman, kemudian optimasi algoritma '3D mapping', dan peningkatan performa digital asisten," katanya.

Sementara itu, produk inovatif tersebut berhasil meraih "Bronze Prize" di "Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019". Sebagaimana diketahui, SIIF merupakan kompetisi invensi dan inovasi internasional berbentuk pameran, di mana peserta mempresentasikan dan memamerkan produknya untuk memperebutkan medali perunggu, perak, dan emas.

Selain itu, Andreas dan empat teman lainnya, yaitu Ragil Setiawan, Adimas Agustinus, Muhammad Afriyansyah, dan Calvin Gibran juga berhasil meraih "Special Award for Innovation" dari Universitas King Abdulaziz, Arab Saudi.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA