Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

PKS Targetkan 60 Persen Kemenangan Pilkada 2020

Senin 16 Dec 2019 08:38 WIB

Red: Budi Raharjo

Bendera PKS

Bendera PKS

PKS jadikan Jawa Timur sebagai salah satu barometer kesuksesan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid menuturkan, pihaknya menargetkan kemenangan sebesar 60 persen pada Pilkada 2020 mendatang. Kemenangan itu termasuk di wilayah Jawa Timur. Bukan hanya untuk Kota Surabaya, melainkan sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur lainnya.

Hidayat menegaskan, PKS tidak akan terfokus pada Kota Surabaya yang dinilai sukses setelah dipimpin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut dia, PKS menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu barometer kesuksesan bagi partai dakwah itu.

Baca Juga

“Kalau kami melihat, seluruhnya barometer. Karena, faktanya dalam konteks di Jatim, PKS sudah menyebar di banyak kota, banyak daerah. Kami akan kerja maksimal," kata Hidayat di Surabaya, Ahad (15/12).

Ia menambahkan, Pilkada Kota Surabaya memang menjadi salah satu perhatian bagi PKS. Wakil Ketua MPR itu menuturkan, PKS berniat mengusung calonnya sendiri pada Pilkada Kota Surabaya mendatang. Partai yang dipimpin Mohammad Sohibul Iman ini bertekad untuk menggerakkan mesin partai guna memenangkan calon yang akan mereka usung pada Pilkada Kota Surabaya.

Terkait sosok yang akan diusung, Hidayat mempersilakan kader PKS di tingkat daerah untuk mendiskusikannya. "Pastilah, kami punya kebijakan dasar bahwa PKS mencalonkan dan dimenangkan. Siapakah beliau, kami selalu gunakan pendekatan bottom-up. Silakan kawan-kawan di tingkat daerah, rembuk," ujar Hidayat.

Hasil musyawarah di tingkat daerah tersebut, kata Hidayat, kemudian diserahkan kepada pengurus pusat yang selanjutnya diturunkan rekomendasi. Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan menambahkan, untuk Pilwali Surabaya, pekan depan akan dirilis pemilihan internal raya (remira) yang dilakukan untuk mencari bakal calon pimpinan daerah. Diakuinya, ada lima nama yang nantinya dirilis ke publik. Namun, dia enggan membocorkan lima nama dimaksud.

"Pekan ini akan dirilis lima nama hasil pemira, yang dilaksanakan di 19 kabupaten/kota, termasuk di Surabaya. Teman-teman Surabaya yang kami tugaskan untuk merilis biar tidak melangkahi aturan," kata Irwan.

photo
Hidayat Nur Wahid.


Pendaftaran kader

Di Jakarta, PKS Jakarta membuka pendaftaran anggota baru (kader) melalui Sekolah Cinta Indonesia (SCI). Pendaftaran yang dibuka pada Kamis (13/12) di MD Building, Jakarta, mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, dalam pendaftaran gelombang pertama ini, PKS hanya menerima 300 anggota baru. Padahal, masyarakat yang mendaftar mencapai 451 orang.

“Dikarenakan kapasitas ruangan terbatas, akhirnya diseleksi menjadi hingga 300 orang pada gelombang I ini,” kata Mardani dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (14/12). Ia mengaku bersyukur partainya mandapatkan sambutan baik di masyarakat. Ia juga mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat yang ingin bergabung dengan PKS sebagai partai oposisi begitu besar.

Anggota Komisi II DPR ini mengatakan, ada beberapa poin putusan dalam Rakornas PKS. Pertama, PKS mengukuhkan diri menjadi oposisi kritis konstruktif pemerintah. Kedua, PKS berkomitmen memperjuangkan janji-janji kampanye, antara lain, pembebasan pajak SIM dan STNK seumur hidup.

Ketiga, PKS siap menjaga NKRI dan mengamalkan 4 Pilar MPR RI. Keempat, PKS berkomitmen menjadikan tahun 2020 menjadi tahun rekrutmen besar-besaran. Kelima, PKS siap memenangkan Pilkada 2020 dengan cara bermartabat dan penuh berkah. Dan, keenam, memperkuat organisasi partai. N dadang kurnia/mabruroh, ed: agus raharjo

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA