Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Wisatawan Muslim Masih Kesulitan Akses Fasilitas Halal Busan

Senin 16 Dec 2019 04:51 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Wisatawan Muslim Masih Kesulitan Akses Fasilitas Halal Busan. Foto ilustrasi salah satu masjid di Kota Seoul, Korea Selatan.

Wisatawan Muslim Masih Kesulitan Akses Fasilitas Halal Busan. Foto ilustrasi salah satu masjid di Kota Seoul, Korea Selatan.

Foto: EPA
Wisatawan Muslim sulit menemukan makanan halal dan masjid di Busan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) memang menjadi negara tujuan berlibur bagi banyak orang. Terlebih, Korsel mulai mendekati Muslim dengan mulai menyajikan wisata halalnya.

Akan tetapi, nyatanya hal tersebut belum menyeluruh, termasuk di kota terbesar kedua di Korsel, Busan. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh Rati dan dua temannya yang merupakan wisatawan Indonesia dan Muslim yang kesulitan menemukan makanan bersertifikat halal.

"Ada makanan halal dari India, tetapi kami ingin mencoba makanan Korea halal," kata temannya Meri (30 tahun) seperti dilansir Channel News Asia, Ahad (15/12).

Selain itu, tempat beribadah bagi pelancong Muslim juga nyatanya dirasa lebih sulit. Sebab, di Busan, hanya ada satu masjid yang aksesnya juga kurang mengenakkan.

Menurut mereka, akses wisata halal di Busan dirasa lebih sulit dibandingkan Seoul. "Di Seoul, semua makanan halal berada di daerah yang sama, di Itaewon sehingga kita bisa pergi ke sana," kata Meri.

Memang sudah beberapa lama Korsel mencoba menarik wisatawan Muslim. Akan tetapi, masih banyak tantangan yang dihadapi wisatawan Muslim sendiri ketika mengunjungi Korsel.

Berdasarkan situs Organisasi Pariwisata Korea (KTO), wisatawan Muslim dari Asia dan Oseania menjadi fokus. Di dalam situs itu, juga dijelaskan mengenai informasi restoran halal dan tempat ibadah

Namun demikian, masih banyak yang mengklaim cukup sulit bagi pelancong Muslim menemukan makanan atau ruang shalat yang sesuai di negara non-Islam seperti Korsel. KTO juga menegaskan, ke depan akan menjadikan Korsel menjadi tujuan wisata ramah Muslim yang lebih baik.

Terpisah, Imam di Federasi Muslim Korea Seoul, Abdul Rahman Lee mengatakan, masih banyak tantangan bagi wisatawan Muslim mendapatkan akses halal. Namun, Korsel dirasa sudah mengalami perubahan yang besar dalam empat tahun terakhir untuk fasilitas halalnya.

Menurut dia, tempat shalat juga sudah mulai tersedia di beberapa pusat perbelanjaan, seperti Lotte Department Store, Everland, taman hiburan, dan tujuan wisata populer Pulau Nami. Bahkan, bandara dan fasilitas umum lainnya juga mulai menggencarkan hal itu.

Dia mengaku memang makanan halal yang khas Korea sangat terbatas. Jumlahnya, kurang dari 10 saja. Akan tetapi, banyak pihak yang saat ini melakukan seminar dan pelatihan untuk lebih mencanangkan makanan dan wisata ramah Muslim.

"Kami memulai kelas karena kami menemukan perusahaan memproduksi makanan halal, bahan halal, barang halal, tetapi mereka tidak mengerti apa itu halal," katanya.

Secara keseluruhan, memang masih banyak turis yang merasa kesulitan mendapat akses halal dalam perjalanannya ke Korsel. Akan tetapi, bagi Rati dan dua rekannya yang merupakan penggemar K-Pop, mengunjungi Kosel dirasa sangat menyenangkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA