Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

PGRI Dukung Sentralisasi Guru

Senin 16 Des 2019 05:45 WIB

Rep: Haura Hafizah/ Red: Muhammad Hafil

Guru sedang mengajar di kelas/ilustrasi

Guru sedang mengajar di kelas/ilustrasi

Para guru akan fokus mengajar.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Ketua PB PGRI Dudung Koswara mendukung langkah presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menarik kewenangan tata kelola guru yang tadinya berada di pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Sehingga ke depannya para guru akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas mengajar.

Baca Juga

"Kami sudah sejak lama mendorong aspirasi sentralisasi guru.  Guru harus dikelola meniru TNI dan Polisi. TNI dan Polisi dikelola secara terpusat. Guru pun hakekatnya sama sebagai pertahanan negara bukan pertahanan daerah.  Saat ini era disrupsi dan era perang budaya di mana semua guru menjadi "prajurit" Sumber Daya Manusia (SDM)," katanya kepada Republika, Sabtu (14/12).

Kemudian, kata dia, peran guru dalam perang SDM yaitu nantinya  akan  menangani layanan pendidikan generasi masa depan. Menjadi guru itu bisa disebut juga sebagai aktor pertahanan negara dalam kebudayaan. Menurutnya, layak dan pantas jika para guru tidak lagi ditangani ole pemerintah daerah. 

Dia melanjutkan guru harus dikelola oleh pemerintah pusat.  Sebab, kebiasaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) nantinya akan berkurang di daerah karena selama ini penanganan guru di daerah hanya sebagai budak pendidikan yang harus meminta haknya kepada para kepala daerah. Lalu, banyak kasus diskriminasi pada guru, kepala sekolah,  pengawas dan bahkan petugas tata usaha dimutasi. Hal tersebut terjadi karena permainan politik. 

"Banyak kasus malapraktik rekrutmen guru.  Baik CPNS atau pun guru ber SK daerah.  Bahkan, sejumlah kepala sekolah diangkat karena relasi bukan prestasi.  Jika Jokowi berencana menarik guru sebagai pegawai pusat maka sangat baik. Kemungkinan tata kelola guru akan lebih fokus. Tidak terbelah pasca UU RI nomor 23 Tahun 2014," kata Dudung.

Dudung berharap dengan ada perencanaan tersebut para guru akan mendapatkan hak mereka dan lebih berkualitas untuk mengajar kepada siswanya. "Harus ada rencana matang, andaikan nasib guru bisa lebih baik dengan sentralisasi mengapa tidak? berhenti politisasi guru. Para guru harus merdeka.  Muliakan guru karena mereka adalah guru penggerak dan pelayan masa depan," kata dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA