Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Keguguran, Hanum Rais Senang Bisa Hamil Alami

Ahad 15 Dec 2019 16:18 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Indira Rezkisari

Penulis sekaligus anggota DPRD DIY Hanum Salsabiela Rais (tengah) saat menghadiri peluncuran buku berjudul

Penulis sekaligus anggota DPRD DIY Hanum Salsabiela Rais (tengah) saat menghadiri peluncuran buku berjudul

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Hanus Rais keguguran dan dikuret Oktober lalu setelah akhirnya hamil lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penulis sekaligus anggota DPRD DIY Hanum Salsabiela Rais merasa senang bisa hamil secara alami. Hanum mengungkapkan, kehamilannya yang diperoleh secara alami tersebut diketahui pada Oktober 2019.

Sayangnya, lanjut Hanum, kandungan tersebut tidak bertahan, setelah dirinya dipastikan mengalami keguguran. Namun demikian, Hanum tetap merasa senang, karena ternyata dirinya bisa hamil secara alami.

"Memang kehamilan itu tidak berlangsung lama. Oktober kemarin sebetulnya saya habis dikuret. Tapi di balik kesedihan itu, ada berita baiknya. Saya bisa hamil alami, setelah menanti 14 tahun. Meskipun hanya tiga bulan," kata Hanum saat menghadiri peluncuran buku berjudul 'Mimpi yang Sempurna' di RSIA Ferina, Gubeng, Surabaya, Ahad (15/12).

Hanum kemudian menceritakan bagaimana dirinya bisa hamil secara alami. Hanum mengatakan, setelah kelahiran anak semata wayangnya, Sarahza, dia beserta suami terus berusaha agar bisa hamil secara alami.

Namun, setelah tiga tahun berusaha, nyatanya kehamilan yang diharapkan tidak kunjung datang.

Sehingga kemudian, pada Juni 2019, dia memutuskan datang ke RSIA Ferina Surabaya, untuk mengambil embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma, yang disimpannya di rumah sakit tersebut. Tujuannya untuk kembali menjalani program bayi tabung.

Anak semata wayangnya, Sarahza, yang juga melalui program bayi tabung di rumah sakit yang sama, yang ditangani dr Aucky Hinting.

Sayangnya, program bayi tabung yang dijalani tidak berhasil. Namun demikian, Hanum mengaku dirinya tidak terlalu kecewa.

"Karena kan saya sudah ada Sarahza, jadi tidak terlalu sedih. Lebih cepat move on-nya," ujar Hanum menceritakan.

Tiga bulan setelah menjalani program bayi tabung tersebut, Hanum merasa ada yang berbeda. Dia tidak mengalami datang bulan, padahal sudah waktunya. Hanum pun mencoba memeriksakannya ke dokter, dan dipastikan putri dari Amien Rais tersebut tengah hamil.

Hanum sangat senang karena kehamilannya diperoleh secara alami. "Kata dokter Aucky kehamilan secara alami tersebut kemungkinan karena hormonnya membaik setelah sebelumnya distimulasi saat menjalani program bayi tabung. Saya senang meskipun akhirnya keguguran, karena bisa hamil alami. Jadi jangan pernah berputus asa," kata Hanum Rais.

Ahli bayi tabung, dr Aucky Hinting mengungkapkan, mereka yang sebelumnya kesusahan memperoleh keturunan, bisa hamil secara alami, setelah menjalani progtam bayi tabung. Dia menjelaskan, ketika menjalani bayi tabung, hormon untuk memproduksi sel telur dirangsang. Sehingga sangat memungkinkan produksi sel telur membaik setelah menjalani program bayi tabung tersebut.

"Memang 10 persen pasien kita yang gagal pada program bayi tabung itu bisa hamil alami. Karena mungkin selama distimulasi, hormon-hormonnya membaik, jadi tinggi, jadi bisa hamil alami. Ada juga yang jadi hamil alami, dan sampai melahirkan," ujar Aucky.

Aucky berpesan kepada para pasangan yang kesulitan mempunyai keturunan, untuk tidak ragu berobat. Menurutnya, bagi pasangan muda memang masih memiliki waktu untuk menunggu. Namun bagi pasangan yang istrinya sudah sekitar 35 tahun, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, agar bisa mendapat keturunan.

Aucky mengatakan, tidak semua pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan, harus menjalani program bayi tabung. Menurutnya, jika memungkinkan untuk dilakukan pengobatan agar bisa hamil, maka tidak harus sampai menjalani program bayi tabung. Ketika lewat pengobatan tetap tidak bisa hamil, kata dia, maka sebaiknya menjalani program bayi tabung agar bisa hamil.

"Harganya sekitar Rp 40-50 juta, secara keseluruhan. Itu termasuk suntik segala macam, sampai tes hamil. Kalau mau pembekuan embrio bayarnya sekitar Rp 4 juta, dan kalau mau dititip di sini embrionya, bayarnya Rp 1 juta per tahunnya," kata dia.

Aucky mengatakan, memang tidak semua program bayi tabung bisa berhasil. Pemilik RSIA Ferina itu mengaku, sejak 1990, dia sudah menjalankan sekitar 19 ribu program bayi tabung.

Dari semua program bayi tabung yang dijalankan, 50 persen di antaranya berhasil. Buku yang diluncurkan, kata dia, memuat kisah mereka yang berhasil menjalani program bayi tabung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA