Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Ribuan Ulama akan Berkumpul Bersama Wakil Presiden

Ahad 15 Dec 2019 11:04 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin

Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin

Foto: Istimewa
Wapres dianggap mampu menjembatani dialog antara ulama dan umaro.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Sekitar 3.000 ulama akan berkumpul di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Selasa (17/12) mendatang. Acara yang dinamakan Ijtima 3000 Ulama ini menghadirkan ulama dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri Aji mengatakan bahwa forum ini adalah forum rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.

"Pada kesempatan ini insya Allah yang akan memberikan orasi ilmiah adalah Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin. Kapasitas beliau sebagai ulama sekaligus umaro sangat sesuai dengan tema yang diusung pada kegiatan ini yaitu Ulama dan Masa Depan Indonesia," kata Mukri dalam rilisnya, Ahad (15/12).

Menurutnya Kehadiran Wapres KH. Ma'ruf Amin sangat dinantikan oleh para ulama peserta Ijtima. Karena figur Kyai Maruf yang pernah menjadi pemimpin tertinggi lembaga ulama baik di MUI maupun PBNU menjadi panutan dalam menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu ulama yang umaro dan umaro yang ulama.

"Kyai Ma'ruf adalah representasi ulama dalam eksekutif. Kiprah kebangsaanya sebagai umaro mampu menjembatani dialog antara ulama dan umaro. Sinergitas seperi ini penting untuk kemaslahatan bangsa. Kita berharap beliau bisa menyampaikan peran tersebut saat orasi ilmiah di hadapan 3.000-an ulama yang hadir," ujar dia.

Pria yang juga akademisi di UIN Ciputat ini menegaskan bahwa Ijtima 3000 Ulama membawa semangat persatuan dan ukhuwah islamiyah. Sehingga sudah saatnya para ulama, dai dan muballigh menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan menyejukan. Tidak mengemuka lagi ego, hanya karena berbeda dalam pandangan politik.

"Kita ingin memanfaatkan forum ijtima untuk mengirimkan pesan-pesan perdamaian kepada umat. Hindari perpecahan hanya karena berbeda pandangan politik. Ulama harus bersatu, agar mampu mengawal Indonesia ke arah kemajuan yang memberikan kemaslahatan untuk umat," kata dia menambahkan.

Sebelumnya, pada 2018, Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo pernah memberikan orasi ilmiah pada forum ijtima ini. Beberapa tokoh nasional dari dalam dan luar negeri seperti Menteri Agama, Ketua Umum MUI Pusat, Ulama dari Iraq dan Suriah juga pernah memberi orasi ilmiah dalam Ijtima Ulama yang rutin dilaksanakan dua kali dalam satu tahun.

Bersamaan dengan Ijtima 3.000 Ulama, juga akan dilaksanakan prosesi Wisuda 50 kader ulama angkatan XIII yang sudah menempuh Pendidikan Kader Ulama selama empat bulan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA