Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Puluhan Warga Sukabumi Alami Keracunan Makanan

Ahad 15 Dec 2019 12:59 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi keracunan

Ilustrasi keracunan

Foto: Antara/Ampelsa
Warga keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam acara Maulid Nabi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak 47 orang warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi mengalami makanan">keracunan makanan. Puluhan warga tersebut mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam acara muludan atau peringatan Maulid Nabi.

Baca Juga

Data Dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, dugaan keracunan makanan terjadi di dua wilayah berbatasan, yakni di Kampung Barujagong RT 04 RW 10 Desa Cisarua dan Kampung Sinagar Kolot RT 01 RW 08 Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Lokasi kedua wilayah berbatasan antara Desa Cisarua dan Desa Nagrak Utara.

"Keracunan diduga berasal dari makanan yang dibagikan dalam muludan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Damayanti Pramasari kepada Republika.co.id, Ahad (15/12).

Makanan yang dibagikan yakni telur, gudeg nangka, mie, dan sambal. Menurut Damayanti, makanan tersebut tepatnya dibagikan pada Sabtu (14/12) sekitar pukul 07.00 WIB. Namun warga baru mengeluhkan gejala keracunan pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB. 

Pasien pertama mulai datang ke Puskesmas Nagrak pada Ahad sekitar pukul 08.00 WIB. Rata-rata mereka datang dengan keluhan mual, muntah dan diare.

Hingga kini lanjut Damayanti, warga yang mengeluhkan gejala keracunan mencapai sebanyak 47 orang. Mereka kini sudah mendapatkan penanganan di Puskesmas Nagrak dan saat ini belum ada laporan pasien yang dirujuk ke rumah sakit.

Sejauh ini, puskesmas masih dapat menangani para korban keracunan. Meskipun demikian, bila ada yang memerlukan rujukan, maka pasien akan segera dibawa ke rumah sakit seperti RSUD Sekarwangi Kecamatan Cibadak.

Petugas di lapangan juga akan mengambil sampel makanan yang nantinya diperiksa di laboratorium. Upaya ini diperlukan untuk memastikan penyebab pasti dari keracunan makanan tersebut. 

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus keracunan di Kabupaten Sukabumi pada 2019. Sebelumnya keracunan makanan terjadi di Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi akibat mengkonsumsi makanan syukuran salah seorang warga pada 16 November 2019 lalu. Di mana junlah total warga keracunan mencapai 77 orang dan dua orang meninggal dunia.

Berikutnya, keracunan makanan terjadi di Kampung Babakan RT 03 RW 18 dan RT 19 RW 04 Kedusunan Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada 16 September 2019 lalu. Di mana warga merasakan gejala keracunan seperti mual-mual, pusing, diare, dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam acara hajatan pernikahan salah seorang warga.

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi pada 10 September 2019 lalu. Dalam kejadian itu ada sebanyak 176 korban keracunan dan dua orang meninggal dunia. Penyebab keracunan dari makanan yang dibagikan pada saat tahlilan 100 hari warga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA