Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Anak-Cucu Perusahaan Dievaluasi, BUMN Diharapkan Go-Global

Sabtu 14 Des 2019 16:21 WIB

Red: Andri Saubani

Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir membenahi unit usaha BUMN diapresiasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMN diharapkan memperbaiki kinerja agar bisa go-global atau meningkatkan daya saing di tingkat internasional setelah dilakukan evaluasi terhadap berbagai perusahaan yang menjadi anak-cucu BUMN. Gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir membenahi unit usaha BUMN diapresiasi.

"Dalam konteks entitas usaha, yang kita harapkan terhadap BUMN yang memang sudah besar, agar bisa berkompetisi pada tingkat regional atau global," kata Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta dalam diskusi tentang Momentum Pembenahan Ekonomi di Jakarta, Sabtu.

Menurut Arif Budimanta, BUMN juga selayaknya ditempatkan sebagai agen pembangunan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Terkait dengan kiprah BUMN di tingkat global, politikus PDIP itu mencontohkan adanya kontraktor BUMN yang sudah memiliki berbagai proyek di Timur Tengah dan Asia Tenggara, selain itu sudah pula ada BUMN yang mengekspor kereta ke Bangladesh.

Untuk langkah yang telah dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir terkait dengan penataan anak dan cucu usaha yang ada di BUMN, Arif mengapresiasi kebijakan yang telah dilakukan oleh sang Menteri.

"Menteri BUMN secara cepat merespons itu dan melakukan penataan anak-anak usaha yang ada di BUMN. Ini bagus," katanya.

Arif mengingatkan bahwa bukannya BUMN tidak boleh membuat anak usaha, tetapi harus diperhatikan apakah hal tersebut bisa menunjang bisnis inti BUMN tersebut. Ia mencontohkan ada BUMN yang memiliki anak usaha di bidang katering, padahal hal tersebut sebenarnya bisa dikerjakan oleh bisnis restoran biasa sebagai pemasok.

Staf Presiden Bidang Ekonomi itu memahami bahwa bisa saja pada awalnya pembentukan anak usaha itu untuk kebutuhan karyawan BUMN karena daerah yang ada masih belum terlalu berkembang. Namun, lanjutnya, bila tingkat perekonomian daerah itu telah berkembang dan bertumbuh dengan baik, maka harus dilakukan rancangan ulang agar inisiatif dari dunia usaha kerakyatan di sekitar daerah tersebut yang juga bisa ikut berkembang pula.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta anak dan cucu perusahaan milik BUMN tidak mengambil peran usaha kecil dalam menjalankan bisnisnya.

"Jangan sampai mengambil peran usaha kecil, itu diberikan kepada UMKM," kata Wapres usai mengunjungi instalasi pengelolaan air bersih PT Tirta Gajah Mungkur Semarang, Jumat (13/12).

Menurut Ma'ruf Amin, anak perusahaan BUMN harus bergeram sesuai dengan karakter yang diberikan. Saat ini, kata dia, Kementerian BUMN sedang menertibkan anak dan cucu perusahaan yang tidak jelas.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA