Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Kemenhub Monitoring Angkutan Laut 'Natura' di Papua

Sabtu 14 Dec 2019 14:24 WIB

Red: Agus Yulianto

Menjelang periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Kementerian Perhubungan terus melakukan monitoring di Papua.

Menjelang periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Kementerian Perhubungan terus melakukan monitoring di Papua.

Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
Warga Papua diminta tak memaksakan naik kapal bila kapasitas telah over.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG - - Menjelang periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Kementerian Perhubungan terus melakukan persiapan guna memastikan penyelenggaraan angkutan laut Nataru dapat berjalan dengan selamat, aman dan nyaman. Adapun persiapan yang dilakukan salah satunya yaitu monitoring angkutan laut yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 

Berdasarkan hasil pemantauan angkutan laut di Indonesia Bagian Timur tepatnya di Sorong Papua Barat, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan, hingga hari ini, Sabtu (14/12), penyelenggaraan angkutan laut Nataru di wilayah Sorong dan sekitarnya berjalan dengan aman, tertib dan nyaman.

Namun diakuinya, perlu ada perubahan kebiasaan masyarakat ketika saat menggunakan kapal laut karena mayoritas masyarakat disana menjadikan kapal laut sebagai alat transportasi yang penting dimana nantinya juga akan digunakan sebagai sarana angkutan natal dan tahun baru. "Kami menghimbau kepada masyarakat agar bisa lebih tertib sebagai penumpang kapal, mulai dari merencanakan bepergian, membeli tiket sampai dengan embarkasi pada hari keberangkatan kapal," kata Wisnu saat melakukan monitoring Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Sorong, Papua Barat, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id. 

Menurutnya, perlu adanya perubahan budaya mudik masyarakat menggunakan kapal laut khususnya di Papua agar tidak memaksakan diri naik ke kapal jika kapasitas kapalnya sudah melebihi batas yang diizinkan. 

"Bagi para penumpang yang belum dapat terangkut agar mempunyai kesadaran dan dengan ikhlas bersedia naik kapal pada jadwal berikutnya, ini semata-mata demi keselamatan bersama," ujar Wisnu saat meninjau kapal KM. Tatamailu dengan tujuan Fak-fak - Kaimana - Tual - Timika - Agat - Merauke.

"Artinya tampak dalam hal ini, para penumpang di pelabuhan Sorong cukup banyak namun seluruh penumpang  dapat terangkut dengan Kapal KM. Tatamailu dan dalam hal ini mohon kerjasama para penumpang untuk tetap tertib dan mengikuti petunjuk para petugas," ujar Wisnu. 

Ia mengungkapkan, selain kapal KM. Tatamailu ada juga kapal KM. Dobonsolo yang sandar di pelabuhan sorong hari ini dengan membawa penumpang sebanyak 508 penumpang dari Ambon yang selanjutnya akan menuju Serui dan Jayapura.

"Langkah ke depan yang harus diperbaiki adalah mengatur kembali manajemen rute deviasi kapal-kapal PT. Pelni saat angkutan Natal dan Tahun Baru dengan prioritas pelabuhan- pelabuhan yang padat," tutur Wisnu.

Selain itu, Wisnu juga mengimbau agar para penumpang angkutan natal 2019 dan tahun baru 2020 untuk memahami dan mengikuti aturan keselamatan pelayaran guna menjaga ketertiban dan kenyamanan penumpang dan jangan memaksakan diri jika kapal sudah penuh.

Dalam pantauan dan monitoring Nataru di Sorong Papua Barat, Wisnu juga didampingi oleh Kepala KSOP Kelas I Sorong, Takwim dan Direktur BP2IP Sorong, Wisnu Risianto, Kepala Cabang PT. PELNI Sorong, Marthin, Manager Usaha Pelindo 4 Sorong, Marihot Sagala, serta Kapolsek KP3 Laut Sorong, Ipda Jihad Fajar Balman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA