Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Ini Penjelasan Ridwan Kamil Soal Penggusuran Tamansari

Sabtu 14 Dec 2019 11:18 WIB

Red: Esthi Maharani

Petugas Satpol PP memindahkan  barang milik warga saat penggusuran permukiman Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/12).

Petugas Satpol PP memindahkan barang milik warga saat penggusuran permukiman Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/12).

Foto: Abdan Syakura
Niat yang sesungguhnya penataan Tamansari itu pro rakyat kecil

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat M.Ridwan Kamil atau Emil memberikan pernyataan terkait dengan penggusuran rumah di RW 11 Lelurahan Tamansari, Kota Bandung, nantinya lokasi tersebut akan dibangun Rumah Deret.

Ia mengatakan Program Penataan Kawasan Kumuh Tamansari tersebut sudah diinisiasi sejak 2007 sejak Wali Kota Dada Rosada atas program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat saat itu.

"Program yang dibiayai oleh APBD ini bermaksud membangun unit hunian yang lebih sehat, lebih manusiawi dan lebih banyak sehingga memberi kesempatan warga Kota Bandung lainnya yang masih tinggal di kawasan kumuh, untuk bisa tinggal di Tamansari dengan harga terjangkau. Sungguh niat yang sesungguhnya pro rakyat kecil," kata dia dalam siaran persnya, Sabtu, (14/12).

Proses terkait dengan Program Penataan Kawasan Kumuh Tamansari ni dilanjutkan finalisasinya oleh dirinya saat menjadi Wali Kota Bandung terdahulu dan sekarang dieksekusi oleh Wali Kota Oded M.Danial.

Pihaknya menyatakan Wali Lota Bandung, Oded M.Danial, kemarin sudah beriktikad baik dengan menemui langsung warga terdampak dan memberikan solusi.

Ia mengatakan bahwa mereka akan diberi kontrakan selama setahun, selama pembangunan berlangsung, seperti halnya mayoritas 176 warga yang sudah pindah sementara terlebih dahulu untuk nanti balik lagi.

Jika pembangunan selesai, para warga penyewa lahan negara tersebut akan kembali ke area milik negara tersebut dan mendapatkan hak mendapatkan unit hunian yang lebih luas, lebih sehat, jauh dari kekumuhan dan lebih manusiawi.

Dialog sudah dilakukan dan hasilnya 90 persen atau 176 warga Tamansari Kota Bandung setuju dan mendukung karena mereka paham bahwa mereka akan kembali lagi ke tempat masa kecilnya itu. Kelompok 90 persen alias silent majority ini, kata dia, bersedia pindah sementara dan tidak mempermasalahkan.

Namun, kata dia, ada 15 kepala keluarga atau 10 persen yang bersikeras tidak mau dengan berbagai alasan. Keberatan warga yang 10 persen ini sudah difasilitasi oleh Komnas HAM untuk mediasi dengan Pemkot Bandung, dan dipersilakan menggugat ke PTUN dan hasilnya oleh PTUN gugatannya tidak diterima

"Kami menyesalkan jika adanya ekses negatif dari penertiban ini, semoga di kemudian hari semua pihak bisa menahan diri dan menggunakan cara-cara yang sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Dan Insya Allah Wali Kota Bandung akan memberikan solusi terbaik untuk warganya," kata dia.

"Semoga kronologis ini bisa melengkapi hal ihwal terkait program pengentasan kekumuhan kota yang ada di kawasan Tamansari Bandung. Hatur nuhun," lanjut Emil.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA