Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Pascabanjir, Bupati Solsel: Masyarakat Butuh Bantuan

Sabtu 14 Dec 2019 07:58 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Warga mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah mereka yang hanyut, di Nagari Pakan Raba

Warga mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah mereka yang hanyut, di Nagari Pakan Raba

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Masyarakat yang jadi korban banjir membutuhkan bantuan dari berbagai pihak

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG ARO- Bupati Kabupaten Solok Selatan Muzni Zakaria mengatakan masyarakat yang terdampak banjir di tiga kecamatan sejak Jumat (13/12) membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Muzni juga meminta bantuan dari pemerintah pusat karena APBD Kabupaten Solok Selatan tidak cukup buat mengatasi pascabanjir.

"Masyarakat sekarang menanti bantuan dari siapa saja, kami minta juga dari pemerintah pusat, karena APBD kami terbatas," kata Muzni, Sabtu (14/12).

Seperti diketahui Solok Selatan kembali dilanda banjir dan tanah longsor pada Jumat (13/12) kemarin. Bencana berdampak terhadap 815 kepala keluarga (KK) dengan jumlah total 2.551 jiwa. Kemudian setelah pendataan secara akutar dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Solok Selatan yang dibantu TNI, Polri beserta masyarakat mencatat 750 rumah terendam banjir di tiga kecamatan yakni Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagi dan Kecamatan Sangir Batang Hari.

Muzni juga meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk memulihkan 100 hektare sawah masyarakat. MUzni menyebut sawah masyarakat rusak karena terendam pasir, batu dan kayu-kayu besar yang terbawa banjir.
Muzni menyebut sawah merupakan salah satu sarana mata pencaharian warga Solok Selatan.

"Masyarakat petani kita itu menggantungkan hidupnya dari sawah. Kami minta Kementerian Pertanian agar membantu," ujar Muzni.

Muzni mengatakan bencana banjir berentet terjadi di Solok Selatan sejak bulan lalu. Pertama terjadi pada 20 November, disusul banjir bandang pada 22 November, 24 November dan terakhir 13 Desember.

Kejadian bencana beruntun ini kata Muzni membuat perekonomian masyarakat terganggu. Bencana beruntun ini juga membuat PR Pemkab Solok Selatan kian bertambah baik untuk penanganan pasca banjir, tindakan jangka pendek sampai tindakan jangka panjang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA