Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Menag Minta Kampus Perkuat Keislaman dan Kebangsaan

Jumat 13 Dec 2019 18:49 WIB

Rep: Sylvi Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Agama Fachrul Razi

Menteri Agama Fachrul Razi

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Islam dan pembangunan berjalan seiring.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menekankan kepada seluruh civitas akademika untuk menguatkan identitas keislaman dan kebangsaan. Hal tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Kamis (12/12) kemarin. 

Baca Juga

"Dengan dua poin itu maka Islam akan dapat memberikan sumbangsih yang besar bagi pembangunan di Indonesia. Seperti yang telah diterapkan di Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko," kata Fachrul di UIN Suka, Sleman, Kamis (12/12). 

Ia mengatakan, era disrupsi saat ini ditandai dengan perubahan yang sangat dashyat terhadap pola pikir masyarakat. Terutama pada generasi milenial, yang pemahamannya lebih banyak dipengaruhi oleh media sosial. 

"Demikian juga dalam hal pemahaman keagamaan. Pemahaman keagamaan yang tidak komprehensif membuat mereka seakan lebih tahu dari mereka yang belajar agama dari kecil di pesantren," ujarnya. 

Untuk itu, sangat penting untuk terus menguatkan identitas keislaman dan kebangsaan di lingkungan kampus, termasuk di jajaran Kemenag. Ia pun juga menekankan kepada kampus beserta jajaran Kemenag untuk terus menggelorakan moderasi beragama. 

Dengan penguatan identitas keislaman, katanya, baik kampus maupun jajaran Kemenag harus bisa menyampaikan ayat dan hadis dengan tekstual yang benar. Sekaligus dapat menjabarkan makna kontekstual yang terkandung di dalamnya.

Sehingga, barmanfaat bagi kemaslahatan umat. Sementara itu, terkait wawasan kebangsaan, kampus dan jajaran Kemenag juga harus menjunjung tinggi toleransi.

Dia menyampaikan, tidak perlu untuk mengedepankan perdebatan dalam menyampaikan pemahaman keagamaan. Namun, cukup dengan menyampaikan tekstual dan kontektualnya dengan argumentasi fiqih dan logika yang tepat. 

"Dengan kesadaran penuh bahwa yang membaca bukan hanya umat muslim. Dan dalam melaksakan setiap program kerja dan aturan-aturan kedinasan, jajaran Kemenag harus bisa menjadi contoh bagi kementerian lain," ujarnya. 

Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi mengatakan, pihaknya selalu menekankan baik kepada seluruh civitas akademika maupun masyarakat luas untuk terus bersyukur. Bersyukur dalam artian hidup di bumi Indonesia yang merdeka dan bersatu dalam pluralitas. 

"Hal tersebut merupakan rahmat Allah yang tertinggi untuk bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain. Dengan Rahmat kemerdekaan dan persatuan itulah bangsa Indonesia dapat hidup secara damai," kata Yudian. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA