Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Disindir Erick, Pertamina Evaluasi 142 Anak-Cucu Perusahaan

Jumat 13 Dec 2019 18:42 WIB

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Ratna Puspita

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati

Foto: Antara/Galih Pradipta
Pertamina sedang susun pola restrukturisasi yang akan dilakukan terhadap anak usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (persero) akan melakukan evaluasi terhadap kinerja 142 anak dan cucu usaha yang bernaung di bawahnya. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebutkan, pihaknya sedang menyusun pola restrukturisasi yang akan dilakukan terhadap seluruh anak usaha.

Baca Juga

Pernyataan Nicke ini menyusul permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar Pertamina melakukan pemetaan atas 142 anak-cucu usahanya. "Kami atas arahan Menteri BUMN, jadi Pertamina akan lakukan review seluruh anak perusahaan dan cucu perusahaan. Jadi, ini dalam rangka memperkuat seluruh lini bisnis yang ada di Pertamina," ujar Nicke seusai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat (13/12). 

Nicke mengakui, anak usaha dan cucu usaha Pertamina paling banyak bergerak di sektor hulu migas. Ia beralasan, banyaknya anak usaha di sektor hulu disebabkan aturan yang mengharuskan wilayah kerja (WK) migas dikelola oleh satu perusahaan. 

"Ketentuannya seperti itu jadi banyak cucu perusahaan di hulu karena secara ketentuan memang harus seperti itu," kata Nicke. 

Terkait bagaimana proses restruktrurisasi yang akan dilakukan, Nicke menyampaikan bahwa Kementerian BUMN memang memiliki rencana menjadikan korporasi-korporasi yang bergerak dalam bidang usaha yang sama ke dalam satu bentuk holding. "Itu kita akan ikut dalam hal tersebut," kata Nicke. 

Nicke juga belum bisa memastikan apakah di antara 142 anak dan cucu usaha Pertamina akan ada penutupan perusahaan. Pada prinsipnya, ujar Nicke, pihaknya diberi waktu satu boleh oleh Menteri BUMN untuk melakukan mapping terhadap seluruh anak usaha. 

"Nggak selalu begitu (ditutup), kan kita lihat," katanya.

Selain anak usaha Pertamina, Erick sudah memiliki rencana untuk memeriksa bisnis-bisnis sampingan yang dimiliki oleh BUMN. Misalnya, mengenai BUMN yang banyak memiliki anak usaha di bidang perhotelan. Total hingga kini, ada 85 hotel yang dimiliki BUMN.

 

Ke depannya, bisnis-bisnis di luar bisnis inti perusahaan BUMN bakal dilebur sehingga perusahaan yang bersangkutan bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA