Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Dulu Dilarang Susi, Kini Keran Ekspor Benur Dibuka Edhy

Jumat 13 Dec 2019 18:09 WIB

Red: Andri Saubani

Benih lobster. (ilustrasi)

Benih lobster. (ilustrasi)

Foto: dok. KKP
Menteri KKP Edhy Prabowo akan membuka keran ekspor benih lobster.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergantian kepemimpinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan berdampak pada kebijakan terkait ekspor benih lobster. Jika pada era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, ekspor benih lobster (benur) dilarang, kini Menteri Edhy Prabowo akan membuka keran ekspor dengan alasan meningkatkan nilai keekonomian di masyarakat.

"Kami sedang melakukan pendalaman, ada nelayan penangkap benih sudah tidak ada pekerjaan. Di sisi lain, ada nelayan yang ingin budi daya, semua kelompok ini yang harus kita jaga," ujarnya dalam acara Marine and Fisheries Business Investment Forum (MFBIF) di Jakarta, Jumat (13/12).

Edhy meyakini lobster dapat dibudidayakan di Indonesia mengingat luasnya lahan. Budi daya lobster saat ini dilakukan di berbagai teluk pulau, mulai dari Sabang sampai Merauke.

"Sudah ada di daerah NTB, daerah kepulauan Jawa dan sebagainya, ini kami sedang galang juga di tempat lain," katanya.

Namun, menurut dia, tidak semua tempat memiliki kemampuan melakukan budi daya 100 persen. Penyebabnya, masih minimnya kemampuan dan infrastruktur budi daya yang belum sepenuhnya siap.

"Apakah kita menunggu untuk membangun keramba jaring apungnya dulu atau kita kasih kuota ekspor. Ekspor yang harus langsung dengan pengusaha, tidak lagi lewat perantara sehingga ada nilai keekonomian buat penangkap lobster, bisa terasa langsung," ucapnya.

Di sisi lain, Edhy juga sedang mempertimbangkan jumlah benih lobster yang harus dikembalikan pembudidaya ke alam, yaitu antara 2,5 persen atau 5 persen. Tujuannya, agar populasi lobster di laut tetap terjaga secara alami.

"Keseimbangan harus kita jaga, kan saya tidak mungkin melakukan industri terus kemudian meninggalkan alam. Pertumbuhan industri penting tapi alam juga dijaga, dua-duanya harus berjalan bersama bukan saling bertolak belakang. Ini yang kami mau," ucapnya.

Ia menyampaikan pihaknya terbuka untuk melakukan diskusi mengenai lobster agar menemukan solusi, baik industri maupun keseimbangan ekosistem laut.

"Gerakan saya paling utama melakukan komunikasi terbuka dengan semua ini, semuanya pasti ada kekhawatiran, itu bagian daripada risiko, saya siap menghadapi risiko itu," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung wacana dibukanya ekspor benih lobster. Menurut dia, rencana tersebut bagus, lantaran benih-benih lobster yang mampu bertahan hidup hingga tumbuh besar kurang dari satupersennya saja.

"Saya kira bagus, kan benih itu kalau tidak diambil juga yang tumbuh, yang hidup, kurang dari 1 persennya," katanya ditemui di Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Menurut Luhut, rencana untuk mengekspor benih lobster juga menjadi solusi masih tingginya penyelundupan komoditas perikanan itu.

"Nah daripada sekarang diselundupin 80 persen, kan lebih bagus dikontrol," katanya.

photo
Penyelundupan lobster

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA