Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Melawan Rekomendasi PDIP Solo, Nasib Gibran Bergantung Mega

Jumat 13 Dec 2019 11:39 WIB

Red: Andri Saubani

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah) berjalan menuju Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan sebagai Wali Kota Surakarta di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah) berjalan menuju Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan sebagai Wali Kota Surakarta di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).

Foto: R. REKOTOMO/ANTARA FOTO
Gibran tetap mendaftarkan diri menjadi calon wali kota Solo meski tidak direstui DPC.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Binti Sholikah, Antara

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Surakarta dalam Pilkada 2020 Solo pada Kamis (12/12). Gibran mendaftarkan diri ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah di Semarang.

"Kami berkumpul di Graha Sabha tidak hanya mengantar seorang Gibran mendaftarkan ke DPD PDIP Jateng, tetapi karena kami disatukan oleh cita-cita yang sama agar Solo melompat lebih maju," kata Gibran Rakabuming Raka di sela acara pemberangkatan rombongan relawan Gibran ke DPD PDIP di Graha Sabha Solo, Kamis.

Baca Juga

Menurut Gibran, saat ini sudah bukan saatnya bicara mengenai masalah perubahan Kota Solo. Melainkan, masalah lompatan dan percepatan agar masyarakat Kota Solo lebih sejahtera lagi.

"Dengan kerendahan hati, saya mohon doa restu dan dukungan agar saya diberikan kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Solo di DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah siang ini. Semoga segala niatan baik kita mendapat ridha dan berkah dari Allah," ujarnya.

Gibran diantar dengan sebanyak 1.000-an orang relawan pendukung yang menumpangi 20 armada bus. Pada acara pemberangkatan Gibran tersebut, terlihat Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan istri Gibran, Selvi Ananda, mendampingi keberangkatan Gibran bersama rombongan menuju Semarang.

Gibran meminta doa restu kepada masyarakat agar diberikan kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan pendaftaran sebagai bakal calon wali kota melalui DPD PDIP Jateng. Gibran sebelumnya juga sudah sungkem mohon doa restu kepada neneknya atau ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, di kediamannya, Rabu (11/12) malam.

Ibu Negara Iriana Jokowi membenarkan Gibran telah minta doa restu karena ingin mencalonkan diri sebagai wali kota Surakarta pada Pilkada 2020.

"Kami juga shalat Tahajud. Gibran juga sudah minta doa restu semoga semuanya bisa lancar," ujar Ibu Iriana Jokowi.

Seperti diketahui, kenginan Gibran untuk ikut Pilkada Solo mendapat penolakan dari DPC PDI Perjuangan Solo. Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo, bulan lalu pernah menegaskan menjadi preseden buruk jika DPP PDI Perjuangan merekomendasikan Gibran Rakabuming Raka ikut Pilwakot Solo 2020.

Pasalnya, hal itu bertentangan dengan Peraturan Partai (PP) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Proses Penjaringan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dalam PP itu diatur bahwa pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota ditentukan melalui penjaringan oleh DPC partai.

“Percuma kalau tidak merekomendasikan pasangan yang kami usung. Termasuk jika merekomendasikan calon kami dengan orang lain (termasuk Gibran),” katanya.

DPC PDIP Solo sendiri telah menetapkan pasangan Purnomo-Teguh untuk berkontestasi di Pilwalkot Solo 2020. Calon Wali Kota Solo, Ahmad Purnomo menanggapi santai langkah yang dilakukan Gibran yang belakangan gemar blusukan.

“Ya ndak papa, dia (Gibran) melakukan itu mungkin karena biar dikenal masyarakat. Silakan saja, dan sah-sah saja. Kalau saya kan sudah jauh-jaub hari terjun ke masyarakat,” ujarnya.

[video] 'Gibran Seharusnya Lalui Proses Politik dari Awal'

Sudah berkomunikasi

Gibran mengaku sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah politikus PDI Perjuangan terkait dengan pendaftaran dirinya secara resmi sebagai bakal calon wali kota Solo. Komunikasi yang dibangun salah satunya ke wali kota Surakarta pejawat FX Hadi Rudyatmo.

"Pak Rudi (Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo) yang pertama kali saya sowani, senior-senior juga sebagian sudah saya sowani, kiai-kiai, sudah semua, sudah blusukan ke pasar, ke warga. Sudah saya lakukan semua," katanya seusai mendaftar secara resmi sebagai bakal calon wali kota Surakarta di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Semarang, Kamis.

Gibran mengungkapkan, ayahnya banyak berpesan kepada dirinya terkait dengan keputusannya untuk maju pada Pilkada Solo 2020. "Banyak, nanti ditanyakan langsung ke Bapak, (pesan yang paling berkesan) harus ikhlas," ujarnya.

Seusai mendaftar, Gibran menyempatkan diri menyampaikan orasi politik di halaman depan kantor DPD PDI Perjuangan yang sering disebut Panti Marhaen itu. Gibran optimistis didukung oleh semua sebagian besar masyarakat Kota Surakarta pada pilkada mendatang.

Politikus PDI Perjuangan Bambang Wuryanto menyebut, lolos atau tidaknya Gibran tergantung dari keputusan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Karena itu, ia menilai keinginan Gibran masuk ke dunia politik bukan suatu masalah.

"Jadi, tidak ada masalah bahwa kewenangan memberikan rekomendasi bagi pasangan calon itu ada di tangan dewan partai yang dipimpin Ibu Ketua Umum. Hal-hal yang sangat khusus pasti ketua umum ambil keputusan," kata Bambang menjelaskan, Jumat (13/12).

Bambang yang juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah enggan berbicara soal friksi yang dikabarkan terjadi di Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Surakarta lantaran Gibran melakukan bypass dengan meminta restu langsung ke Megawati. Namun, Bambang memastikan, keputusan yang diambil oleh Mega pasti akan diikuti oleh seluruh kader.

"Kalau Ibu Ketua umum sudah ambil keputusan, semua tegak lurus. Itu kekuatan PDIP yang luar biasa. Ibu katakan A, kami A. (Kalau) Ibu, mohon maaf, katakan gula pahit, ya pahit kita bilang," kata Bambang.

photo
Sejumlah pendukung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka membawa poster saat ikut mengantarkan Gibran mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan sebagai Wali Kota Surakarta di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA