Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Mainkan Alat Musik Tiup Bisa Menyehatkan Tubuh

Jumat 13 Dec 2019 09:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Bermain alat musik tiup tak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

Bermain alat musik tiup tak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

Foto: EPA
Memainkan alat musik tiup tak hanya mengasyikkan, tetapi juga menyehatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memainkan alat musik tiup diketahui dapat menunjang kesehatan tubuh. Hal ini diungkapkan oleh sekelompok tim peneliti dari University of Sheffield di Inggris melalui jurnal Frontiers in Psychology: Performance Science.

Baca Juga

Studi ini mengungkapkan bahwa individu yang bermain dalam kelompok alat musik tiup dapat menuai banyak manfaat kesehatan. Untuk sampai pada kesimpulan itu, peneliti melibatkan 345 orang dewasa yang bermain di brass section sebagai partisipan.

Para partisipan kemudian diminta untuk mengisi survei yang sangat terperinci. Melalui survei, tim peneliti meminta para partisipan untuk menceritakan kondisi kesehatan fisik dan psikologis masing-masing. Mereka juga mendapatkan pertanyaan seputar kondisi sosial, spiritual, hingga emosional setelah bergabung dalam brass section.

Sebanyak 203 partisipan menyadari adanya perubahan positif terhadap kesehatan pernapasan mereka setelah rutin memainkan instrumen musik tiup. Para partisipan merasa pernapasan mereka menjadi lebih terkontrol dan kapasitas paru pun mengalami peningkatan.

Seperti dilansir Medical News Today, sebagian partisipan juga merasa gejala atau keluhan terkait masalah pernapasan yang sebelumnya dialami menjadi lebih ringan setelah bermain horn, terompet, trombone, atau tuba. Sebagai contoh, seorang partisipan yang menderita asma telah bermain instrumen brass selama 20 tahun merasa kondisi asmanya menjadi lebih terkontrol.

"(Brass) membantu saya mencapai kontrol yang baik dalam bernapas," tulis seorang partisipan.

Tak hanya memberi pengaruh positif bagi pernapasan, banyak partisipan yang merasa kebiasaan mereka bermain horn, terompet, trombone, dan tuba juga membawa kebaikan pada berbagai aspek lain. Beberapa di antaranya adalah tingkat kebugaran tubuh dan peningkatan aktivitas fisik.

"Mengatur kursi, memindahkan instrumen ke tempat tampil, dan lainnya, juga turut berkontribusi dalam membuat saya tetap bugar dan aktif," ujar partisipan lain.

Selain manfaat fisik, bermain instrumen brass juga tampaknya membawa hal positif bagi kesehatan mental. Ada cukup banyak partisipan yang mengaku tingkat stresnya menurun atau memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi stres setelah mulai bermain alat musik tiup dalam orkestra.

Memainkan instrumen brass dinilai dapat menjadi pengalih fokus dari kecemasan dalam keseharian. Banyak pula yang merasa bahwa mereka menjadi lebih mudah berkonsentrasi dan fokus karena merasa bermain alat musik tiup seperti sebuah meditasi.

Aspek lain yang dirasa menguntungkan oleh para pemain brass adalah peningkatan kualitas kehidupan sosial. Dengan bergabung ke dalam band brass, mereka dapat menjalin pertemanan dan merasa menjadi bagian dari suatu kelompok.

"Bila Anda siap untuk meluangkan waktu dan berupaya untuk menguasai instrumen brass, Anda tidak akan pernah kesepian dan bosan lagi," tulis seorang partisipan.

Tim peneliti menilai studi ini menunjukkan bahwa bermain di dalam brass section dapat memberi dampak yang baik bagi fisik, psikologis hingga kehidupan sosial seseorang. Dari temuan ini, tim peneliti menilai tak ada salahnya bila masyarakat mencoba untuk mulai belajar instrumen musik dan bergabung dalam sebuah band untuk bersenang-senang.

"Para pemain brass melaporkan bahwa mereka meraskaan perbaikan pada kesehatan pernafasan, kardiovaskular, kebugaran, kemampuan kognitif, kesehatan mental dan kedekatan sosial," jelas salah satu peneliti Michael Bonshor PhD.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA