Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Lembaga Riset Ini Proyeksikan Ekonomi RI Melambat pada 2020

Jumat 13 Dec 2019 07:40 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi). Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diprediksi melambat.

Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi). Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diprediksi melambat.

Foto: Republika.co.id
Kebijakan omnibus law yang dilakukan pemerintah menjadi kunci pertumbuhan ekonomi RI

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Lembaga riset dan kebijakan ekonomi Sigma Phi Indonesia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 hanya berada di tingkat 5,03 persen. Angka ini melambat dibandingkan prediksi Sigma Phi sepanjang 2019, yakni 5,04 persen.

Direktur Sigma Phi Muhammad Islam mengatakan, pelambatan tersebut tidak terlepas dari faktor ekonomi global. Dinamika geopolitik dan perang dagang beberapa tahun terakhir memicu ketidakpastian ekonomi yang turut berdampak pada ekonomi Indonesia.

Meski demikian, Islam menilai, ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh dengan baik karena struktur ekonomi yang masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. Dampaknya, lesunya kondisi ekonomi global tidak memberikan efek yang terlampau signifikan.

Di sisi lain, Sigma Phi juga melihat, kondisi politik tahun depan relatif stabil dibandingkan 2018 ataupun periode awal 2019 ini. Islam menjelaskan, faktor yang akan menjadi penentu pertumbuhan tahun depan adalah investasi.

Baca Juga

Kebijakan omnibus law yang dilakukan pemerintah menjadi kunci. "Apakah akan mendorong investasi atau justru prosesnya berjalan lambat, sehingga membuat investor cenderung menunda investasi hingga ada kepastian," katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (12/12).

Di tengah perlambatan ekonomi saat ini, Islam menyebutkan, ada beberapa tuntutan untuk pemerintah. Di antaranya, menerapkan kebijakan yang lebih berorientasi pada perbaikan daya beli masyarakat. Selain itu, menciptakan lapangan kerja, termasuk dengan memberikan fokus perhatian pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan Sigma Phi, jika pemerintah mampu mendorong tujuh persen UMKM untuk naik kelas, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,6 persen. Bahkan, apabila angka itu dapat diakselerasi menjadi 10 persen, potensi pertumbuhan ekonomi dapat mencapai lebih dari sembilan persen.

Islam mengatakan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan pemerintah pada tahun depan. Yaitu, kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan serta tarif cukai rokok yang berlaku pada awal tahun 2020. "Ini dapat memberikan tekanan terhadap inflasi," tuturnya.

Oleh karena itu, Islam memproyeksikan, inflasi tahun depan akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Hanya saja, nilainya masih dalam target yang ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA