Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Grab tak Lagi Andalkan Ojek, Lebih Fokus ke 2 Layanan Ini!

Jumat 13 Des 2019 05:15 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Grab Tak Lagi Andalkan Ojeknya, Lebih Fokus ke 2 Layanan Ini!. (FOTO: TechCrunch)

Grab Tak Lagi Andalkan Ojeknya, Lebih Fokus ke 2 Layanan Ini!. (FOTO: TechCrunch)

Pergerakan Grab ke pengiriman makanan dan layanan keuangan untuk memperluas pasar.

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Baca Juga

Meski melejit karena bisnis berbagi tumpangan, bisnis transportasi Grab tak lagi jadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan.

Kini, layanan pengantaran makanan dan layanan keuangan menghasilkan lebih dari 50 persen nilai total penjualan dalam transaksi (GMV) Grab, menurut Kepala Regional Layanan Pengiriman Makanan GrabFood, Lim Kell Jay.

"Kami memulai sebagai perusahaan berbagi tumpangan, lalu membangun basis pengguna, dan memanfaatkan peluang memberikan lebih banyak layanan kepada pengguna," kata Lim, dikutip dari KrAsia, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga: Mudahkan Akses Mobilitas Penyandang Disabilitas, Grab Luncurkan GrabGerak di Kota Medan

Tentunya, hal tersebut membuat Grab banyak mempertaruhkan investasi di bidang pengiriman makanan dan jasa keuangan.

Lim menambahkan, "(dengan begitu) kami bisa melibatkan lebih banyak pelanggan sehingga mereka akan bertransaksi lebih banyak di platform kami."

Baca Juga: Berembus Lagi, Aplikator Ojek Online Besutan Mendikbud Mau Akuisisi Startup Moka!

Pergerakan Grab ke sektor pengiriman makanan dan layanan keuangan dimulai untuk memperluas bisnis di luar layanan berbagi tumpangan, guna mendapatkan pertumbuhan dan keuntungan.

Secara tak langsung, Grab mulai melancarkan strategi serupa Gojek Indonesia yang menawarkan segala layanan, seperti pijat hingga kurir.

Model Bisnis Pengantaran Makanan yang Menjanjikan

Meituan membuktikan kalau model aplikasi super yang mengandalkan pengiriman makanan dapat menghasilkan keuntungan. Perusahaan China membukukan laba setelah pajak sebesar 1,3 miliar renmibi (US$184,6 juta) dalam laporan keuangan kuartal III.

Grab juga telah memfokuskan bisnis makanannya. Sejak mengambil alih operasional Uber di Asia Tenggara pada 2018, perusahaan itu telah memperluas layanan pengiriman GrabFood ke enam negara di Asia Tenggara, meliputi: Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam--menjangkau lebih dari 220 kota.

Meski begitu, Grab masih dihadapkan dengan persaingan ketat melawan Gojek, karena memiliki pasar terbesar di Tanah Air.

Baik Grab dan Gojek masih bekerja menuju profitabilitas penuh, meskipun Grab sering menyatakan bahwa itu menguntungkan di pasar tertentu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA