Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

PPDB di Lampung Masih Terapkan Sistem Biling

Kamis 12 Dec 2019 17:30 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

 PPDB di Lampung Masih Terapkan Sistem Biling. Foto: PPDB Online (ilustrasi).

PPDB di Lampung Masih Terapkan Sistem Biling. Foto: PPDB Online (ilustrasi).

Foto: DKI
PPDB Biling untuk siswa yang keluarganya kurang mampu.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020 untuk tingkat SMP di Kota Bandar Lampung, masih menerapkan kuota Bina Lingkungan (Biling) untuk anak dari keluarga tidak mampu. Kuota Biling akan disesuai dengan penambahan kuota jalur prestasi.

Baca Juga

Pemkot Bandar Lampung selama hampir 10 tahun terakhir, telah menerapkan sistem PPDB masing-masing sekolah dengan kuota 60 persen untuk biling dan sisanya 40 persen dibagi untuk jalur prestasi dan umum.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Daniel Marsudi membenarkan, PPDB di lingkungan sekolah yang dibawah binaan Disdik Bandar Lampung (SD dan SMP), tetap menerapkan sistem biling untuk masing-masing sekolah negeri.

Menurut dia, saat ini sistem PPDB SMP masih menerapkan kuota 60 persen biling, dan 40 persen jalur umum dan prestasi, termasuk siswa pindahan. “Penambahan kuota (jalur) prestasi tetap melihat kuota biling,” ujarnya, Kamis (12/12).

Program biling, program unggulan Wali Kota Bandar Lampun Herman HN sejak menjabat periode pertama hingga kedua. Herman HN menerapkan program biling untuk memeratakan tingkat pendidikan anak-anak di Kota Bandar Lampung dari keluarga tidak mampu berdasarkan lingkungan dekat sekolahnya.

Sistem PPDB yang menggunakan sistem biling disambut antusias warga dari keluarga tidak mampu. Wali Kota Herman terus menambah jumlah kuota biling hingga mencapai 60 persen dengan persyaratan yang ketat.

Toto (54 tahun), wali murid SMP Negeri di Kemiling, program biling sangat membantu anak dari keluarga tidak mampu untuk bersekolah secara gratis di SMP negeri. Ia menyayangkan bila program biling dalam PPDB SMP Negeri akan dihapuskan atau dikurangi kuotanya.

“Kalau kuotanya dikurangi jelas banyak yang mengeluh. Zaman sekarang biaya sekolah makin tinggi, bisa-bisa banyak anak putus sekolah,” ujar Toto, yang menyekolahkan anaknya dari program biling.

Menurut dia, meski ada penambahan kuota PPDB dari jalur prestasi, tentunya tidak mengganggu kuota biling yang sudah ditetapkan Pemkot Bandar Lampung. Ia mengatakan, siswa dari jalur prestasi tidak banyak, tapi siswa dari keluarga tidak mampu sudah pasti banyak di sekitar sekolah negeri tersebut.

Sedangkan PPDB tingkat SMA dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, setelah dilepas dari tanggung jawabnya oleh Pemkot Bandar Lampung. Sistem PPDB tingkat SMA Negeri tetap menggunakan sistem zonasi berdasarkan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk tingkat PPDB tingkat SMA tidak ada program biling. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA