Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Limapuluhkota Sumbar Tetapkan Masa Tanggap Darurat Banjir

Kamis 12 Dec 2019 09:38 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Nur Aini

Foto udara dampak banjir di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kab.Limapuluhkota, Sumatera Barat, Selasa (10/12/2019).

Foto udara dampak banjir di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kab.Limapuluhkota, Sumatera Barat, Selasa (10/12/2019).

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Masa tanggap darurat banjir di Kabupaten Limapuluhkota selama sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, PAYAKUMBUH -- Bupati Limapuluhkota Sumatra Barat Irfendi Arbi menetapkan status tanggap darurat banjir dimulai sejak Selasa (10/12) sampai Selasa (17/12) nanti.

Baca Juga

"Kita tetapkan masa tanggap darurat hingga sepekan," kata Irfendi, Kamis (12/12).

Bencana banjir dan tanah longsor melanda sebanyak enam kecamatan di Kabupaten 50 Kota sejak Ahad (8/12). Irfendi menyebut pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri dan masyarakat memperioritaskan evakuasi korban ke tempat aman selama masa tanggap darurat.

Tim gabungan juga sedang membersihkan material longsor yang menutupi jalur transportasi. Enam kecamatan yang dilanda banjir dan tanah longsor di Kabupaten 50 Kota ialah Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Suliki, Kecamatan Harau, Kecamatan Mungka, Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Kalaksa BPBD Sumatera Barat Erman Rahman mengatakan dari rentetan bencana banjir dan longsor di 50 Kota tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. Namun, bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak.

Rencananya pada Kamis sore ini, lokasi bencana akan ditinjau Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA