Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Wishnutama Ingin Ciptakan Iklim Persaingan Kondusif Startup

Kamis 12 Des 2019 03:27 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kanan) berbincang dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kanan) berbincang dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Kemenparekraf luncurkan Go Startup Indonesia untuk ekosistem yang kondusif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekononomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) fokus mendorong ekosistem dan industri rintisan sekaligus menciptakan iklim persaingan yang kondusif.  Baik bagi startup asing ataupun startup lokal.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menjelaskan saat ini untuk mendirikan perusahaan startup menjadi hal yang luar biasa dan menjadi pilihan karier terfavorit di kalangan anak muda. Untuk itu kemajuan teknologi ini harus dimanfaatkan bersama.
“Kemenparekraf/Baparekraf meluncurkan kendaraan bersama untuk mewujudkan ekosistem yang kondusif bagi startup digital Indonesia yaitu Go Startup Indonesia. Ada mitos di dunia yang mengatakan digital it’s about technology tapi sebetulnya digital lebih dari sekadar teknologi, digital is about the people, better serving people needs, lalu siapa people yang dimaksud, ialah bangsa kita sendiri,” katanya.
Wishnutama juga menjelaskan, pembangunan ekosistem digital harus bermuara kepada kepentingan bangsa, kepentingan nasional, kepentingan Indonesia yang pada akhirnya diupayakan untuk meningkatkan daya saing masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang produktif melalui ekonomi kreatif.
“Bangsa Indonesia jangan hanya menjadi target pasar, pembangunan ekonomi digital atau startup ini harus memperhatikan keseimbangan produk digital dan juga produk barang, jasa, dan konten. Jangan sampai produk dan merek-merek asing yang nantinya akan menerima manfaat dibandingkan dengan bangsa kita sendiri,” katanya.
Wishnutama menyatakan akan bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk membuat kesetaraan dalam hal lapangan persaingan bagi aplikasi asing dan aplikasi lokal.
Aplikasi asing dengan jumlah pengguna atau revenue tertentu di Indonesia diharapkan nantinya memiliki badan hukum dan melakukan investasi langsung di Indonesia.
"Sehingga ke depan kita bisa menciptakan kompetisi yang fair. Bukan hanya antara aplikasi asing dan lokal tapi juga subsektor ekonomi kreatif lainnya," ujarnya.
Wishnutama juga mengaku, untuk mewujudkan hal tersebut butuh sinergi, kerja sama, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan baik pemerintah atau nonpemerintah sebagai upaya membangun ekosistem startup yang kondusif di Indonesia.
“Melalui platform Go Startup Indonesia diharapkan bisa memancing ketertarikan investor untuk berinvestasi kepada startup tersebut. Dan menjadi ajang untuk mempromosikan serta mengukur kemampuan dari startup. Sekaligus menjadi ajang untuk mencari pasar yang teruji bagi startup,” katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA