Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Depok Sukses Budidayakan Ikan Cupang Alam dan Siap Ekspor

Rabu 11 Des 2019 17:39 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah

Peternak mengemas ikan Cupang (Betta splendens) ke dalam kantong plastik di Sentral Pembenihan Ikan Cupang (ilustrasi)

Peternak mengemas ikan Cupang (Betta splendens) ke dalam kantong plastik di Sentral Pembenihan Ikan Cupang (ilustrasi)

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Cupang Alam habitat aslinya berasal dari Kalimantan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok bekerjasama dengan Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses mengembang biakkan ikan hias jenis Cupang Alam (Betta Channoides). Cupang Alam habitat aslinya dari Kalimantan. BBI dan BRBIH cukup berhasil membudidayakannya di kawasan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Baca Juga

"Kami melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dari cupang jenis tersebut, maka kami lakukan dan alhamudillah berhasil," ujar Kepala UPTD BBI, Nur Hidayat, Rabu (11/12).

Menurut Nur, Cupang Alam jika berhasil dikembangkan akan menjadi unggulan di Indonesia, dan khususnya di Kota Depok. "Apalagi memang ada kerja sama dengan BRBIH yang bisa saling menguatkan. Selain itu, kualitas ekspor ikan hias Indonesia cukup tinggi setiap tahunnya," jelasnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengapresiasi keberhasilan budidaya ikan Cupang Alam ini. Dia berharap melalui budidaya ikan cupang dan ikan hias lainnya dapat dikembangkan dan melibatkan masyarakat untuk mendongkrak perekonomian.

"Untuk mewujudkan itu, kami menekankan perlu adanya keterpaduan dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Bukan saja dengan kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) namun semua harus dilibatkan agar muncul semangat membudidayakan ikan hias," harapnya.

Menurut Idris, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok dapat bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengembangkan serta memasarkan produk ikan hias. "Ikan hias sangat potensi dipasarkan di dalam negeri maupun ke luar negeri. Pasarnya cukup jelas," tuturnya.

Di Kota Depok, potensi perikanan ikan hias cukup tinggi. Dari 11 kecamatan 10 di antaranya produsen ikan hias dengan Kecamatan Bojongsari sebagai sentra ikan hias terbesar yakni ada 12 kelompok pembudidaya ikan hias dari 35 kelompok yang ada. "Mereka mengembangkan ikan hias jenis Neon Tetra, Cardinal dan Red Nose," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Diah Sadiah.

Diah menambahkan, potensi masyarakat Kota Depok juga bisa menjadi pangsa pasar yang luar biasa jika memang memiliki kesadaran dan kebersamaan. Dari itu, perlu dilakukan sosialisasi secara maksimal ke seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap, dengan adanya penelitian oleh BBI dan BRBIH dapat mengembangkan budidaya ikan hias di Kota Depok, sehingga dapat pula meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan ikan hias baik dari dalam negeri maupun luar negeri," harapnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA