Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Tunggu Keputusan The Fed, IHSG Diprediksi Bergerak Melemah

Rabu 11 Dec 2019 10:07 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Investor cenderung melakukan wait and see karena menanti keputusan suku bunga The Fed

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu (11/12). Indeks saham menguat ke level 6.190 dari penutupan sebelumnya di level 6.183.

Meski demikian, sejumlah analis menilai penguatan tersebut hanya bersifat sementara. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher, memprediksi IHSG akan bergerak melemah pada hari ini.

"IHSG diprediksi melemah, candlestick membentuk doji dan indikator stochastic menyempit di area overbought mengindikasikan adanya potensi koreksi dalam jangka pendek," kata Dennies, Rabu (11/12).

Menurut Dennies, pelemahan tersebut disebabkan adanya kecenderungan investor untuk wait and see lantaran menanti keputusan suku bunga The Fed. Senada, Pilarmas Investindo Sekuritas, memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk bergerak melemah.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSH akan diperdagangkan pada level 6.146-6.195. Menurutnya sentimen yang mempengaruhi pelemahan ini yaitu kesepakatan tarif dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

"China melihat bahwa apabila Amerika mampu menunda kenaikkan tarif, maka pembicaraan terkait dengan kesepakatan perdagangan tahap pertama mungkin akan dilanjutkan kembali," kata Wiliam.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA