Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Uni Emirat Arab Pamerkan Sejarah ke Ratusan Mahasiswa UAI

Selasa 10 Dec 2019 22:18 WIB

Red: Nashih Nashrullah

UEA ingin agar dunia mengetahui kekayaan sejarahnya. Foto Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Abdulla Al Ghfeli.

UEA ingin agar dunia mengetahui kekayaan sejarahnya. Foto Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Abdulla Al Ghfeli.

Foto: Thoudy Badai_Republika
Pameran sejarah Uni Emirat Arab menggunakan media film.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta memamerkan sejarah perkembangan negaranya melalui film yang diputar di hadapan sekitar 300 mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta, Selasa (10/12).

Pemutaran film itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Nasional ke-48 Uni Emirat Arab yang sebelumnya telah dirayakan pada Senin (2/12) lalu.

Baca Juga

“Memberikan gambaran tentang sejarah yang menjadi landasan bagi modernisasi, perkembangan, dan kemajuan yang dicapai oleh Uni Emirat Arab,” kata Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Mohammed Abdulla Al Ghfeli.

Film berdurasi 44 menit tersebut menampilkan lini masa UEA, yang dimulai dengan temuan peninggalan zaman prasejarahhingga tradisi peradaban padang pasir yang masih dilakukan hingga sekarang. Selain itu, di dalam film dipaparkan mengenai penggunaan produk ilmu pengetahuan dan teknologi.

Abdulla Al Ghfeli juga menyebut bahwa masyarakat negaranya telah mengalami transformasi, yang mana sebelumnya merupakan masyarakat Badui atau Badowi (pengembara). “(Kami) menjadi masyarakat yang maju namun tetap memegang teguh warisan budaya, tradisi, serta identitas Arab dan Islam secara utuh,” kata dia.

Sementara itu, Rektor UAI, Asep Saefuddin, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa masyarakat Indonesia dan UEA menjadi saudara melalui kesamaan identitas sebagai umat Muslim.

Dia menambahkan bahwa UEA adalah negara maju yang modern, dan juga moderat dalam hal peradaban Islam, serta bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik untuk memajukan negaranya.

“Khususnya tahun ini, UEA menyebut tahun ini sebagai tahun toleransi. Dan kita semua sebagai saudara sesama Muslim selalu berpikir bahwa Islam adalah rahmatan lil’alamin(rahmat bagi semesta),” ujar Asep.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA