Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Natal dan Tahun Baru, Polrestabes Terjunkan 2.300 Personel

Selasa 10 Dec 2019 19:41 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolanda

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema

Foto: Republika/Edi Yusuf
Sebanyak 156 gereja menjadi prioritas pengamanan Polrestabes Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polrestabes Bandung akan menggelar operasi Lilin Lodaya 2019 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020. Kegiatan tersebut akan melibatkan TNI, pemerintah Kota Bandung serta unsur pendukung lainnya seperti masyarakat.

"Kami sudah sepakat dari hasil rakor untuk melakukan operasi lilin dalam rangka kemanusiaan dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan natal dan tahun baru," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, Selasa (10/12).

Menurutnya, pihaknya akan menurunkan 2.300 personel yang didukung dari Polda Jabar dan TNI. Ia mengungkapkan, pengamanan difokuskan pada pelaksanaan Natal pada 24 hingga 25 Desember.

Irman mengatakan terdapat ratusan gereja yang akan melaksanakan ibadah natal. Menurutnya, jumlahnya mencapai 156 gereja sehingga pengamanan menjadi skala prioritas bagi gereja yang memiliki jamaah banyak.

"Kita antisipasi pengamanan agar tetap terjaga kondusivitas dan toleransi antarumat beragama di kota Bandung," katanya.

Ia mengatakan, penempatan personel di tiap gereja akan berbeda. Menurutnya, jumlah personel yang ditempatkan akan disesuaikan dengan skala prioritas masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah di gereja. 

"Jadi bervariasi jumlahnya, tapi kita akan melaksanakan pengamanan dengan maksimal," katanya. 

Terkait pengamanan tahun baru, menurutnya diperkirakan akan terjadi peningkatan kendaraan. Sebab Bandung tujuan wisata akhir tahun.

Irman mengatakan pihaknya akan meningkatkan patroli dan penertiban terhadap penyakit masyarakat. "Peredaran miras dan petasan, akan kita lakukan penertiban dan razia yang berpotensi menimbulkan konflik," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA