Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Soal Kasus Novel, Polri: Mudah-mudahan Akhir Tahun Ini

Selasa 10 Dec 2019 19:13 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Ratna Puspita

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono

Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
'Saat ini, penyidik bekerja keras untuk berupaya mencari siapa pelakunya.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri menyatakan penyidik masih berupaya menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Mabes Polri akan berupaya menuntaskan dan menyampaikan hasil penyidikan sebelum tahun 2019 berakhir.

Baca Juga

“Saya sampaikan nanti ada waktu tertentu untuk menyampaikan hasil kasus tersebut. Mudah-mudahan ya akhir tahun ini ada perkembangan penyidikan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Argo mengaku belum bisa menjelaskan perkembangan terkini kasus ini. Ia mengakatan, petunjuk yang memberi terang kasus ini masih ada di penyidik.

"Saat ini, penyidik bekerja keras untuk berupaya mencari siapa pelakunya. Secepatnya akan kami tangkap pelakunya," kata dia. 

Argo menambahkan, Kapolri Jenderal Idham Azis sudah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (9/12) kemarin. Dari pertemuan tersebut, Idham melaporkan kinerja maupun perkembangan berkaitan dengan penyiraman air keras terhadap Novel.

Argo menerangkan hal yang diterangkan oleh kapolri, di antaranya sejauh mana tim yang dibentuk berhasil mengungkap dalam proses penyelidikan dan penyidikan berkaitan dengan kasus tersebut. Argo menerangkan, polisi sudah melakukan pemeriksaan lokasi kejadian dan meminta keterangan dari 73 saksi .

“Tentunya saksi inilah yang sudah dievaluasi satu persatu keterangannya seperti apa," kata dia.

Terkait barang bukti, ia menerangkan, penyidik sudah memeriksa beberapa petunjuk seperti CCTV, keterangan dari toko kimia. "Kami sudah mengirimkan CCTV ke luar negeri yaitu Australia sebagai pembanding. Kami juga sudah lakukan sketsa wajah dan disebarkan,” kata dia.

Terkait CCTV yang dikirim ke Australia, Argo menjelaskan, sudah ada hasilnya, tetapi gambar dalam CCTV itu tidak jelas.

Kendati demikian, ia menegaskan, polisi tidak hanya terpaku dari CCTV karena banyak petunjuk dan bukti lain. Argo menambahkan penyidikan kasus ini juga sudah dikomunikasikan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

“Jadi, kami transparan kepada KPK tidak ada yang ditutupi dan kami kerja keras. Doa bersama sajalah, mudah-mudahhan bisa mengungkap siapa pelakunya. Jadi, intinya Polri serius menangani kasus ini,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA