Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Eks Karyawan Curi Data Rahasia Apple

Selasa 10 Des 2019 13:59 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Curi Data Rahasia Perusahaan, Karyawan China di Raksasa Teknologi Amerika Ini Kena Batunya!. (FOTO: REUTERS/Mike Segar)

Curi Data Rahasia Perusahaan, Karyawan China di Raksasa Teknologi Amerika Ini Kena Batunya!. (FOTO: REUTERS/Mike Segar)

Dua mantan karyawan Apple dituding mencuri data dagang rahasia perusahaan

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta -- Dua mantan karyawan Apple dituding mencuri data dagang rahasia perusahaan dan dibawa ke meja hijau. Namanya Xiaolang Zhang dan Jizhong Chen, keduanya lahir di China.

Pada sidang di Pengadilan Distrik Utara California Amerika Serikat (AS), keduanya harus terus dipantau untuk mencegah mereka kabur.

"Zhang mengerjakan program mobil swadaya rahasia Apple lalu mengambil dokumen terkait proyek itu, lalu mengungkapkan niatnya untuk bekerja dengan perusahaan (pesaing) di China," begitu bunyi tuntutannya, dikutip dari Reuters, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga: Enggak Cuma Pepet Bos Apple, Trump Juga Pepet Bos Facebook! Buat Apa Sih?

Untuk itu, agen-agen federal meringkus Zhang tahun lalu di Bandara San Jose, saat ia hendak bertolak ke Negeri Tirai Bambu.

"Sementara, Chen mengambil lebih dari 2 ribu dokumen dari Apple, berisi manual, skema, diagram, dan foto-foto layar komputer yang memperlihatkan halaman dalam basis data Apple untuk kemudian dibagikan," lanjut laporan tersebut.

Chen ditangkap Januari lalu di stasiun kereta api saat sedang menuju Bandara Internasional San Francisco, dalam upaya kembali ke China.

Keduanya masing-masing didakwa dengan tuduhan pencurian rahasia perdagangan kriminal, namun membantahnya. Setelah ditangkap, keduanya dibebaskan dengan jaminan dan selalu dipantau sejak saat itu.

Mengenai kecemasan Apple soal risiko kaburnya dua tersangka, Pengacara mereka, Daniel Olmos menyampaikan, "keduanya memiliki alasan keluarga untuk mengunjungi China dan sejauh ini tak menunjukkan tanda-tanda melanggar kondisi prapersidangan."

Di sisi lain, Asisten Jaksa Agung AS, Marissa Harris mengatakan, jika salah satu dari mereka melarikan diri ke China, bukan tidak mungkin pihak federal akan mengekstradisi mereka untuk menjalani persidangan di Tirai Bambu.

Ia juga membacakan pernyataan Apple yang berbunyi, "Kekayaan intelektual Apple merupakan inti dari inovasi dan pertumbuhan kami. Partisipasi terdakwa yang berkelanjutan dalam proses ini diperlukan."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA