Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Iwan Sunito:Produk Kami untuk Penyuka Kualitas dan Seni

Selasa 10 Dec 2019 12:19 WIB

Red: Maman Sudiaman

CEO Crown Grup Iwan Sunito saat diwawancarai Republika, Jakarta, Senin (29/4).

CEO Crown Grup Iwan Sunito saat diwawancarai Republika, Jakarta, Senin (29/4).

Foto: Republika/Prayogi
Crown Group berhasil meraih 35 penghargaan prestisius total nilai proyek Rp 18 T

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Crown Group, sebagai salah satu perusahaan pengembang hunian swasta terbesar di Sydney, Australia, memberikan informasi terkini perihal refleksi akhir tahun yang diberikan oleh CEO Crown Group, Iwan Sunito. Tak terasa, sudah 22 proyek hunian yang telah selesai dibangun di Kota Sydney.

Dimulai dengan sebuah hunian vertikal di kawasan Bondi Junction hingga terakhir Waterfall by Crown Group yang sudah dalam tahap penyelesain akhir. Saat ini, kata Iwan, masih ada dua proyek hunian yang sedang dalam proses pembangunan yaitu Mastery by Crown Group dan Eastlakes Live by Crown Group. Belum termasuk tiga proyek lagi yang masih dalam tahap perencanaan yaitu Melbourne, Brisbane dan Los Angeles.

Dalam siaran persnya yang diterima Republika hari ini, Iwan Sunito menyebutkan, lebih dari 35 penghargaan berskala nasional dan internasional yang kami dapatkan dari proyek-proyek hunian yang kami bangun. Tak berlebihan atas kinerjanya itu, perusahaan mengalami pertumbuhan “Quantum Leap” dalam 5 tahun terkahir dengan nilai proyek yang telah diselesaikan mencapai Rp 18 triliun.

“Semua ini seperti mimpi. Apabila kita mengingat ketika pertama kali kami (Iwan Sunito & Paul Sathio) mendirikan Crown Group tahun 1996,” ujar Iwan Sunito

photo
Infinity by Crown Group


Ditanya apa yang membedakan Crown Group dengan perusahaan pengembang yang lain di Australia, Iwan Sunito secara gamblang menjawab: “We’re not simply building property, but building a legacy. Kualitas pengerjaan dan fasilitas resor bintang lima adalah sebuah keniscayaan. Sebuah terobosan yang sejak awal kami tawarkan di industri hunian vertikal di Australia,” paparnya

Menurutnnya, desain hunian yang cantik dan artistik adalah sesuatu yang membedakan kami dengan yang lain. “Itulah sebabnya kami sangat konsisten bekerja sama dengan arsitek-arsitek terbaik di Australia dan Dunia,” ujarnya sembari mencontohkan Koichi Takada, arsitek pemenang penghargaan yang telah mendesain tiga proyek hunian vertikal di perusahaanya, yakni Skye by Crown Group, Arc by Crown Group, dan Infinity by Crown Group.

“Kemudian SJB architects yang mendesain Waterfall by Crown Group dan Allen Jack + Cottier yang merancang V by Crown Group,” tambahnya.

Tentu saja, kata dia, Kengo Kuma, sang Dewa Arsitek dari Jepang yang mendesain Proyek terbaru di grup Group, Mastery by Crown Group. Semua hasil kerjanya itu berhasil menggondol penghargaan bergengsi.  “Kami menginginkan desain hunian yang mencerminkan mahakarya seni dengan garis modern, yang membuat setiap penghuninya bangga akan tempat tinggal mereka. Sebuah pengejahwatan dari idealisme kami di Crown Group.”

Karena itulah, sebabnya mengapa banyak yang mempertanyakan mengapa harga produknya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kompetitor. "Ya, karena pada dasarnya karya seni tidak bisa dinilai oleh uang,” ucapnya.

photo
Arc by Crown Group


Bagi Iwan, dalam pengerjaan prosyeknya itu bukan samata hanya desain yang modern. Lebih dari itu juga pengaplikasian teknologi tinggi seperti sistem otomatisasi hunian juga menjadi poin penting.Pada akhirnya semua konsistensi tersebut terbayarkan dengan semakin dikenalnya Crown Group sebagai perusahaan pengembang global yang berbasis di Sydney, Australia.

“Sebuah pencapain yang tidak mudah terutama bagi kami yang dilahirkan di Surabaya dan Bali untuk bisa berkompetisi di negeri orang”

Baginya, target Crown Group di masa depan belum berubah, yaitu bagaimana kami bertransformasi dari Development-centric Company menjadi Development and Recurring-income company. Selain itu, juga membawa Crown Group menjadi perusahaan terbuka dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujar Iwan Sunito

Salah satu pembeli asal Indonesia, Erick Ngoei, juga mengungkapkan alasannya memiliki hunian yang dibangun oleh Crown Group. “Alasan utama kenapa saya memutuskan memiliki hunian Crown Group adalah karena yang mereka bangun bukan hanya hunian, namun sebuah karya seni arsitektur dengan kualitas pengerjaan yang luar biasa”

“Sesuatu yang saya belum temukan dari perusahaan pengembang lainnya di Australia”

Paul Sathio yang juga merupakan founder dan CEO Crown Group menambahkan satu kalimat singkat yang cukup bermakna. “Finally we’re realized that we’re no longer a small company,” ujar Paul Sathio

Crown group saat ini sedang dalam proses pembangunan proyek hunian Mastery by Crown Group di Waterloo yang merupakan proyek hunian dengan lima menara yang dirancang oleh tiga orang arsitek yang berbeda dan Eastlakes Live di Eastlakes. Proyek hunian terbesar dan termahal dalam sejarah Crown Group. Waterfall by Crown Group akan mulai melakukan serah terima pada awal tahun 2020.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA