Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

PGRI: Penyampaian Materi Khilafah Bisa Disesuaikan

Selasa 10 Dec 2019 05:30 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

 Penyampaian materi khilafah bisa disesuaikan dengan nilai positif. Foto: Mata pelajaran agama  (ilustrasi)

Penyampaian materi khilafah bisa disesuaikan dengan nilai positif. Foto: Mata pelajaran agama (ilustrasi)

Foto: Antara
Penyampaian materi khilafah bisa disesuaikan dengan nilai positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PB PGRI, Supardi menilai materi sejarah Islam tentang khilafah sebenarnya bisa dilihat dari segi positifnya. Ia menuturkan, langkah menghapus materi khilafah dalam pendidikan sejarah Islam bukanlah langkah yang tepat.

Ia menjelaskan, soal pemberian materi khilafah sebenarnya bisa disesuaikan dengan cara menunjukkan nilai-nilai positif. Guru harus bisa memberikan ilmu yang membuat siswa terdorong menjadi lebih positif namun tanpa menghancurkan kesepakatan Bangsa Indonesia sebagai negara kesatuan.

Supardi mencontohkan hal positif yang bisa digali adalah soal tanggung jawab pemimpin. Pada masa itu, para pemimpin sadar bahwa tanggung jawabnya besar. Akhirnya, mereka tidak berlomba-lomba menjadi pemimpin dengan cara yang tidak baik.

Adapun soal kesatuan Indonesia, juga bisa sambil diajarkan agar rasa nasionalisme dan pengetahuan soal sejarah Islam bisa seimbang. Pengetahuan soal sejarah Islam, khususnya khilafah, kata dia penting untuk dipelajari agar bisa dipahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Jadi kalau kontennya menghapus sejarah itu tidak tepat, itu sama saja membuang sejarah generasi muda. Ibaratnya kita pelajari sejarah Indonesia, dihilangkan G30S PKI nanti anak malah tidak paham," kata Supardi, ketika dihubungi, Senin (9/12).

Ia mengatakan, pada saat peserta didik mendapatkan pelajaran soal G30S PKI, bukan berarti mengajarkan anak-anak untuk melakukan kekerasan. Justru, dengan dipelajari anak bisa menjadi lebih paham dengan sejarahnya dan apa yang harus ataupun tidak boleh dicontoh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA