Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Bandara International Yogyakarta Dipastikan Aman dari Banjir

Senin 09 Des 2019 19:13 WIB

Red: Nora Azizah

Potensi bencana banjir di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) pada musim hujan ini dapat dikurangi karena adanya normalisasi sungai.

Potensi bencana banjir di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) pada musim hujan ini dapat dikurangi karena adanya normalisasi sungai.

Foto: Republika/Elba Damhuri
Normalisasi sungai di kawasan bandara sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, dipastikan aman dari banjir. Pihaknya memastikan potensi bencana banjir di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) pada musim hujan ini dapat dikurangi karena adanya normalisasi sungai dan anak sungai di kawasan itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bappeda) Kulon Progo, Ariadi, mengatakan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) selama tiga tahun terakhir melakukan normalisasi sungai dan anak sungai di kawasan BIY. Itu sebabnya pihaknya mengklaim bencana banjir tidak berpotensi terjadi.

"BBWSSO sudah bekerja cepat dalam melakukan mitigasi bencana di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta dalam pencegahan banjir, kami optimistis potensi bencana kawasan Bandara Internasional Yogyakarta tidak akan terjadi," kata Ariadi, Senin (9/12).

Ia mengatakan, pencegahan potensi bencana banjir di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, masyarakat bersama BBWSSO telah membuka muara Sungai Bogowonto. Pengerukan pasir di muara Sungai Bogowonto ini untuk persiapan antisipasi bencana banjir yang bisa menerjang permukiman warga, kawasan tambak udang dan kawasan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kami kerja sama dengan TNI, PT PP, PT Angkasa Pura I, masyarakat dan BBWSSO telah melakukan pengerukan pasir di muara Sungai Bogowonto," katanya.

Ariadi mengatakan, desa di Kecamatan Temon yang berpotensi bencana, yakni Desa Jangkaran, Palihan, Sindutan, Kalidengen, dan Plumbon, termasuk Kebonrejo, Temon Wetan, dan Temon Kulon. BPBD Kulon Progo juga melalukan sosialisasi kepada masyarakat kawasan BIY soal potensi bencana banjir di Kecamatan Temon, Kokap, Wates, Panjatan dan Galur. BPBD mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada potensi banjir dengan datangnya musim hujan ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan saluran air di sekitar, baik dari pemukiman atau perumahan-perumahan, sehingga tidak ada air yang liar menumpuk di atas," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA