Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Lagi, TPT di Sukabumi Jebol Ancam Permukiman Warga

Senin 09 Des 2019 05:45 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi tembok penahan tanah (TPT) yang jebol

Ilustrasi tembok penahan tanah (TPT) yang jebol

Foto: Republika/Fauzi Ridwan
TPT tak sanggup menahan air yang mengalir deras, dua unit rumah terancam.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana longsor kembali menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di Kota Sukabumi ambrol, Sabtu (8/12) dini hari. Kali ini kejadian tersebut terjadi di Kampung Babakan Bandung RT 02 RW 03 Kelurahan Nangeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB. "Rangkaian cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai petir kilat, mengakibatkan talud penahan  tanah/longsor yang tepat belakang rumah warga ambrol," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, Ahad (8/12).

Longsornya TPT karena tidak kuat menahan dorongan air hujan yang masuk ke dalam tanah. Peristiwa ini menyebabkan terancamnya dua unit rumah warga.  

Talud penahan tanah tersebut berukuran panjang 12 meter dengan tinggi 6 meter. Ada dua unit rumah warga yang terancam langsung yang dihuni oleh dua kepala keluarga (KK).

Sebelumnya, bencana longsor yang menyebabkan TPT ambrol terjadi di bantaran Sungai Cisuda Kelurahan Limus Nunggal, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Kejadian tersebut mengancam bangunan yang ada di pinggiran sungai. Lokasi longsor berada di Jalan Baros RW 13 Kelurahan Limus Nunggal, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi.

"Longsor TPT menyebabkan material tanah menutup aliran sungai dan mengancam kantor DPD PKS Kota Sukabumi," ujar Zulkarnain. 

Menurut Zulkarnain, petugas BPBD telah melakukan pembersihan material lumpur untuk memperlancar aliran sungai. Selain itu memindahkan obyek barang atau material yang membahayakan di sekitar lokasi kejadian.

Sungai tersebut lanjut Zulkanain, merupakan kewenangan provinsi Jabar yang dalam hal ini kantor UPT PSDA Cisadea Cibareno Jawa Barat. "Kami berharap bisa segera diatasi secepatnya. agar tidak meluas longsorannya," cetus dia.

Sebelumnya, kejadian jebolnya TPT juga terjadi di sejumlah titik berbeda pada Rabu (4/12). Lokasi bencana pertama di Jalan Merbabu RT 01 RW 04 Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi;

Talud penahan tanah dengan panjang 6 meter tinggi 4 meter mengalami longsor akibat tergerus luapan air dari saluran drainase yang tersumbat. Dampaknya, material longsor menimpa rumah warga. Ada satu rumah yang sebagian dinding mengalami roboh dan material longsor masuk ke dalam ruangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA