Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Repower Targetkan Pendapatan 2020 Naik Jadi Rp 72 Miliar

Senin 09 Dec 2019 00:43 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Presiden Direktur Repower Asia Indonesia Aulia Firdaus (kiri) berkunjung ke kantor Republika, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Rabu (4/12).

Presiden Direktur Repower Asia Indonesia Aulia Firdaus (kiri) berkunjung ke kantor Republika, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Rabu (4/12).

Foto: Thoudy Badai_Republika
Dongkrak pendapatan, Repower tawarkan hunian education and transit oriented.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) pada 2020 menargetkan pendapatan sebesar Rp 72 miliar atau naik 190 persen dibandingkan proyeksi tahun ini Rp 24,8 miliar. Laba bersih juga diprediksi naik 52 persen menjadi Rp 9,6 miliar dibandingkan estimasi 2019 sebesar Rp 6,36 miliar.

Presiden Direktur Repower, Aulia Firdaus, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut akan ditopang oleh beberapa proyek yang akan digarap. Selain itu, menurut Aulia, masih ada beberapa stok dari proyek sebelumnya yang masih bisa dijual tahun depan. 

"Kami seoptimistis ini karena salah satu perumahan landed yang kami miliki tinggal dibangun dan dijual," ujar Aulia, Jumat (6/12).

Baca Juga

Selain rumah tapak, untuk mendongkrak pendapatan perusahaan lima tahun ke depan, Repower juga menawarkan hunian berkonsep education and transit oriented development (ETOD). Hunian berupa apartemen ini rencananya akan dikembangkan di Bekasi Timur, Tangerang dan Pasar Minggu.

Menurut Aulia, hunian berkonsep ETOD ini akan dimulai pada 2021 mendatang. Meski demikian, Aulia mengatakan, bisnis utama perusahaan masih akan tetap fokus pada pengembangan rumah tapak. 

Saat ini setidaknya ada 70 unit kavling di kawasan Bintaro Puri Asri yang siap dikembangkan oleh perusahaan pada tahun depan. Dengan menyasar kalangan menengah ke atas, Aulia optimistis bisa menopang pendapatan dari rumah tapak. 

Untuk mendukung kegiatan usaha, Repower baru saja melepaskan 2,5 miliar saham dengan raihan dana segar sebesar Rp 250 miliar. Dengan pelepasan saham ini, jumlah landbank yang dimiliki oleh Repower pun bertambah. 

"Dengan IPO ini, kami memiliki landbank di Bekasi Timur 1,4 hektar, di Tangerang 1,1 hektar, di Pasar Minggu 5.500 kavling, di Depok 8.000 kavling dan di Tangerang Selatan 4.200 kavling," kata Aulia. 

Hingga kuartal III 2019, perusahaan mencatatkan raihan pendapatan telah mencapai 64 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 24,8 miliar. Sementara itu, marketing sales per November tahun ini sudah mencapai 84 persen atau senilai Rp 20,8 miliar.

Direktur Pemasaran Repower, Andy Kesuma Natanel, mengakui krisis properti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir memang cukup mempengaruhi bisnis perusahaan. Untuk itu, diperlukan kejelian dalam membidik pasar dengan tepat. 

"Kami yakin 2020, dengan mempelajari market yang lebih rinci kami bisa mejual produk kami sesuai target yang sudah ditetapkan perusahaan," kata Andy. 

Hingga saat ini, Repower telah mengerjakan beberapa proyek, diantaranya Botanical Puri Asri, Green Botanical Garden, dan Pejaten Office Park. Adapun proyek-proyek kedepan yang akan dilaksanakan setelah proses IPO antara lain Apartemen Bekasi Timur, Apartemen Pasar Minggu, Pondok Cabe Town House, dan Apartemen Tangerang.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA