Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Harga Batu Bara Acuan Desember 66,3 Dolar AS per Ton

Senin 09 Des 2019 00:08 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Foto udara tempat penumpukan sementara batu bara yang dilakukan secara terbuka di tepi Sungai Batanghari, Muarojambi, Jambi, Rabu (20/11). Pemerintah mematok Harga Batu Bara Acuan (HBA) sebesar 66,3 dolar AS per ton.

Foto udara tempat penumpukan sementara batu bara yang dilakukan secara terbuka di tepi Sungai Batanghari, Muarojambi, Jambi, Rabu (20/11). Pemerintah mematok Harga Batu Bara Acuan (HBA) sebesar 66,3 dolar AS per ton.

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Harga batu bara acuan terus merosot sejak kuartal IV 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mematok Harga Batu Bara Acuan (HBA) sebesar 66,3 dolar AS per ton. Angka ini naik tipis dibandingkan bulan lalu yang senilai 66,27 dolar AS per ton.

Baca Juga

Harga ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 246 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Bulan Desember Tahun 2019. Meski mengalami kenaikan tipis, harga rata-rata batu bara sepanjang tahun 2019 anjlok.

Harga batu bara terus merosot sejak kuartal IV 2018 setelah meninggalkan kisaran level 100 dolar AS per ton. Sejak Agustus 2018, HBA hanya mampu tiga kali mencetak kenaikan bulanan. Bahkan, HBA Oktober 2019 berada pada level terendah dalam 3 tahun terakhir.

Dengan hasil negatif tersebut, rerata HBA 2019 pun hanya senilai 77,89 dolar AS per ton. Nilai ini jauh di bawah rerata HBA tahun ke belakang, yakni 85,92 dolar AS per ton pada 2017 dan 98,96 dolar AS per ton pada 2018.

HBA merupakan harga yang diperoleh rata-rata indeks bulanan Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya dengan porsi masing-masing 25 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA