Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

ICMI Rekomendasikan Penguatan Nasionalisme dan SDM Unggul

Ahad 08 Dec 2019 15:38 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Penguatan nasionalisme dengan bersinergi semua kekuatan nasional dan cendikiawan

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan ICMI mengeluarkan sejumlah butir rekomendasi usai melaksanakan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ke 29 selama tiga hari sejak Jumat (6/12) sampai Ahad (8/12). Salah satu poin penting yang direkomendasikan ICMI daro hasil Silaknas 29 menurut Jimly ialah mendorong penguatan nasionalisme Indonesia.

"Salah satu poin-nya adalah penguatan nasionalisme kita. Caranya dengan bersinergi semua kekuatan nasional, serta kaum cendikiawan di seluruh tanah air," kata Jimly kepada Republika.

ICMI menurut Jimly melalui struktur organisasi dan jaringan yang dimiliki akan mendorong penguatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai dari Pancasila sebagai dasar negara.

Dengan memperkuat rasa nasionalisme dan pemahaman kepada Pancasila, Jimly yakin Indonesia dapat membangun Sumber Daya Manusia yang unggul menuju Indonesia emas 2045.

SDM kata Jimly juga menjadi pembahasan penting dalam Silaknas ke 29 ICMI. Dalam mencapai mimpi Indonesia emas 2045 ini menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu SDM Indonesia harus kuat secara ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan juga iman dan taqwa (Imtaq) yang dalam.

"Intinya SDM itu, kuat IPTEK-nya, dalam Imtaq-nya," ujar Jimly.

Poin lain dari rekomendasi Silaknas ke 29 ICMI ini disebutkan Jimly ialah menekankan kerja produktif, berkebudayaan nusantara dan terorganisir.

Jimly ingin ke depan, ICMI terus bermitra dengan pemerintah dalam memperkuat komitmen kebangsaan. ICMI yang berisikan banyak kalangan cendikiawan menurut Jimly akan meluruskan berbagai persoalan bangsa yang kerap simpang siur di tengah-tengah masyarakat.
Tugas kaum intelektual dan cendikiawan harusnya lanjut Jimly adalah memberikan pandangan dan pemikiran dengan elegan.
Karena itu, Jimly ingin ICMI bersama pemerintah menyukseskan pembangunan dengan menigkatkan SDM umat.

"Kita punya waktu 26 tahun lagi buat menyonsong Indonesia emas 2045. 26 tahun itu kita betul-betul memperbaiki kualitas dan kuantitas SDA, kualitas dan kuantitas SDM," kata Jimly.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA