Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

AP II: Jumlah Penumpang Bandara Silangit Terus Meningkat

Ahad 08 Dec 2019 08:08 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Bandara Silangit, Sumatra Utara

Bandara Silangit, Sumatra Utara

Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Pada 2020, kapasitas terminal di Silangit akan ditambah menjadi 750 ribu penumpang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura II optimalkan pengembangan berkelanjutan Bandara Internasional Silangit sebagai akses ke Danau Toba, Sumatera Utara. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyampaikan pertumbuhan penumpang pesawat di Silangit cukup baik.

"Oleh karena itu kami melakukan perluasan terminal agar standar pelayanan tetap terjaga," katanya saat meninjau Bandara Selangit, seperti dilansir siaran pers, Sabtu (7/12).

Pada 2020, kapasitas terminal di Silangit akan ditambah menjadi 750 ribu penumpang. PT Angkasa Pura II juga sudah menyelesaikan perluasan apron sehingga kini Silangit memiliki lima parking stand untuk pesawat.

Awaluddin mengungkapkan jumlah penumpang pesawat terus meningkat sejak Bandara Internasional Silangit dibuka untuk penerbangan langsung dari dan ke Jakarta pada 2016. Pada 2016 jumlah penumpang tercatat 155.214 orang, kemudian naik pada 2017 menjadi 282.586 orang, lalu pada 2018 sebanyak 425.476 orang.

Kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan setiap tahunnya ini sejalan dengan semakin dikenalnya Danau Toba sebagai destinasi utama di Indonesia. Hal ini sekaligus menandakan bahwa Bandara Silangit memang gerbang utama menuju Danau Toba.

Pemerintah telah menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas untuk menjadi kebanggaan Indonesia. Bandara Silangit adalah bandara terdekat dengan kawasan Danau Toba dengan jarak yang ditempuh berkisar 30 menit hingga 1 jam menggunakan kendaraan bermotor.

Sampai dengan tahun 2017 lalu, pengembangan yang sudah dilakukan PT Angkasa Pura II di Bandara Internasional Silangit adalah modernisasi dan revitalisasi terminal menjadi berkapasitas 500 ribu penumpang per tahun. Selain itu peningkatan kapasitas //runway// agar bisa melayani penerbangan pesawat berbadan sedang (//narrow body//) seperti Boeing 737 dan sejenis.

Pada tahun 2019, AP II fokus pembangunan atau perluasan terminal agar memiliki kapasitas 750 ribu penumpang per tahun. Pekerjaan ini ditargetkan tuntas pada bulan Januari tahun depan. Adapun pada hari ini, Sabtu (7/12), Awalludin bersama Direktur Keuangan Bayu Rafisukmawan, juga Ketua dan Anggota Komisi VI DPR RI didampingi melakukan peninjauan progres perluasan terminal dan operasional secara keseluruhan di Silangit.

Tidak hanya melakukan pengembangan infrastruktur, PT Angkasa Pura II juga menghadirkan Airport Digital Journey Experience melalui mesin self check-in, E-kiosk, digital banner, digital feedback, digital feedback, flight information display system (FIDS), serta informasi dan layanan di aplikasi Indonesia Airports yang dapat diakses langsung dari smartphone.

Di Bandara Silangit penumpang pesawat juga bisa menemukan Millennial Corner sebagai tempat bersantai dan berkumpul di bandara. Airport Digital Journey Experience sudah menjadi standar layanan di seluruh bandara PT Angkasa Pura II termasuk di Silangit untuk mengakomodir kebutuhan traveler yang saat ini lebih banyak berasal dari kalangan millennial.

Adapun Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi terhadap pengembangan di Bandara Internasional Silangit oleh PT Angkasa Pura II. Kendati demikian, agar Silangit dapat memberikan dampak positif lebih besar, maka Komisi VI DPR RI menilai perlu dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

Komisi VI DPR RI juga meminta agar suasana (ambiance) di Bandara Silangit dapat lebih menciptakan nuansa berlibur sejak di tiba terminal kedatangan penumpang. Saat ini, Bandara Internasional Silangit melayani sejumlah penerbangan rute domestik dan internasional. Rute-rute yang dilayani adalah dari dan ke Jakarta, Kualanamu, Gunung Sitoli, Subang (Malaysia), dan Kuala Lumpur (Malaysia).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA