Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Korut Ingin Hentikan Negosiasi Denuklirisasi

Ahad 08 Dec 2019 08:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon. Korut menyebut denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS) sudah tidak perlu dilakukan. Ilustrasi.

Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon. Korut menyebut denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS) sudah tidak perlu dilakukan. Ilustrasi.

Foto: reuters
Korut menyebut denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS) sudah tidak perlu dilakukan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Duta besar Korea Utara untuk PBB mengatakan negosiasi panjang denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS) sudah tidak perlu dilakukan lagi. Kim Song mengatakan dialog subtansial dan berkepanjangan yang dilakukan AS hanya 'trik mengulur waktu' demi kepentingan politik domestik mereka. 

"Sekarang kami tidak membutuhkan lagi pembicaraan panjang dengan AS dan denuklirisasi sudah tidak dinegosiasikan lagi," kata Kim Song, Ahad (8/12). 

Pernyataan Kim Song tampaknya lanjutan dari peringatan keras Korut sebelumnya. Mereka sempat mengancam perundingan yang terkait program nuklir mungkin akan gagal karena Washington menolak memberikan konsesi.

Presiden AS Donald Trump meremehkan ketegangan yang terjadi dengan Korut baru-baru ini. Trump menekankan ia memiliki hubungan yang baik dengan Pemimpin Korut Kim Jong un dan menurutnya Kim ingin membuat kesepakatan.

"Mengenai Korut kami lihat lagi nanti. Saya terkejut jika Korea Utara bertindak memusuhi," kata Trump di Gedung Putih.

Trump sudah menghabiskan banyak waktu untuk membujuk Korut menghentikan program nuklir mereka yang telah mengancam AS. Tapi kemajuannya sangat kecil walaupun ia sudah tiga kali bertemu dengan Kim Jong-un.

"Dia (Kim Jong un) tahu saya akan menghadapi pemilihan umum. Saya pikir ia tidak ingin mengintervensi itu tapi kami lihat nanti. Saya pikir dia ingin melihat sesuatu terjadi, hubungan sangat baik. Tapi Anda tahu, ada sikap bermusuhan akhir-akhir ini. Tidak perlu dipertanyakan lagi," kata Trump.

Pada Selasa (3/12) lalu Kementerian Luar Negeri Korut berulang kali meminta Washington untuk mengubah 'kebijakan yang memusuhi'. Mereka juga mengatakan sekarang semuanya tergantung Washington 'hadiah Natal' apa yang mereka inginkan pada akhir tahun ini.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA