Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Jabar Canangkan Gerakan Bugar dengan Jamu

Ahad 08 Dec 2019 06:23 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ani Nursalikah

Bugar dengan jamu. Foto ilustrasi minum jamu.

Bugar dengan jamu. Foto ilustrasi minum jamu.

Selain menjaga kesehatan, minum jamu juga bisa menjauhkan dari penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Gernas Bude Jamu) di Jawa Barat resmi dimulai bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tingkat Provinsi Jawa Barat 2019. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengawali gerakan tersebut dengan meminum segelas jamu yang diikuti ratusan orang di area parkir barat Gedung Sate Bandung, Sabtu (7/12).

Uu berharap, gerakan minum jamu diikuti oleh seluruh masyarakat. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, minum jamu juga bisa menjauhkan dari penyakit.

"Kami mengajak masyarakat rajin minum maju karena bermanfaat menjaga kesehatan keluarga," ujar Uu.

Masyarakat pun bisa menaman sendiri bahan baku untuk jamu karena tanah Jawa Barat sangat subur sehingga bisa ditanami tanaman jenis apa pun. Jenis tanaman jamu yang sangat cocok ditanam seperti rimpang atau sejenis kunyit, jahe, kapulaga dan daun sembung.

"Jamu yang baik adalah jamu yang aman bermutu dan berkhasiat seperti kunyit, jahe, kapolaga, daun sembung dan lainnya dan itu cocok ditanam di Jabar," katanya.

Uu menilai, kesehatan harus menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Jika program kesehatan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah maka tidak akan sukses.

"Jadi, harapan kami masyarakat Jabar sesuai dengan kemampuan dan keilmuan masing-masing mari bersama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.

Dia mengatakan berawal dari pribadi yang sehat maka akan terjalin sebuah keluarga yang sehat. Bila keluarga sudah sehat maka kampung, desa, kecamatan, kabupaten, kota dan provinsi yang sehat.

"Yang dimaksud dengan kesehatan keluarga pertama adalah tidak merokok, kedua jamban di rumah bersih dan memadai representatif, air bersih mencukupi, kemudian masuk KB, bayi diimunisasi, masuk asuransi. Itu yang kami harapkan," ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani Gelung Sakti, selama 2019 Dinkes telah melaksanakan berbagai program peningkatan derajat kesehatan masyarakat. "Implementasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang kami lakukan telah mendapatkan pengahargaan dari pemerintah dengan kategori aktivitas fisik terbaik," kata Barli.

Dalam peringatan HKN di Gedung Sate, Dinkes Jabar bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah, swasta, vertikal dan rumah sakit BUMN menggelar berbagai kegiatan. Seperti operasi bibir sumbing, katarak, pemeriksaan IVA test, donor darah dan pelayanan kesehatan lainnya.

"Kami juga menyerahkan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan, fasilitas kesehatan terbaik dan kepala daerah dengan progres peningkatan jumlah desa ODF (Open Defecation Free/bebas dari buang air besar sembarangan) tertinggi," kata Barli.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA