Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Menteri Edhy akan Bahas Harga Pakan dengan Pengusaha

Ahad 08 Dec 2019 06:00 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petambak memanen ikan bandeng di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (15/10/2019).

Petambak memanen ikan bandeng di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (15/10/2019).

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Harga pakan ikan saat ini melonjak hingga 30 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan akan berkomunikasi dengan kalangan pengusaha produsen pakan perikanan. Edhy akan mencari masukan dari para pengusaha guna mengatasi tingginya harga pakan di berbagai daerah.

"KKP akan menjalin komunikasi dengan pengusaha pembuat pakan untuk mencari solusi terhadap tingginya harga pakan," kata Menteri Edhy dalam siaran pers KKP di Jakarta, Sabtu (7/12).

Menurut Edhy Prabowo, hal tersebut penting karena dapat berimbas kepada mahalnya ongkos produksi para pembudidaya sehingga menurunkan gairah industri beberapa tahun belakangan.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar lima tahun lalu, ongkos produksi pembudi daya ikan dari pakan ikan sekitar 40 persen, sekarang sudah 70 persen.

"Nah, ini naik 30 persen dalam lima tahun itu masalahnya gimana? Kami mau tahu apakah itu masalahnya di distribusi atau terlalu banyak perantara jadi banyak tengkulaknya? Ini akan kami cari jalan keluarnya," ucapnya.

KKP, ujar dia, juga akan membantu setiap kelompok pembudi daya ikan melalui pakan ikan mandiri untuk mengatasi permasalahan pakan ikan yang mahal sebagaimana telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir,

Hal ini akan terus dilakukan untuk mengoptimalkan produksi sektor budidaya yang menjadi salah satu prioritas KKP periode 2019-2024.

Sementara itu, pengamat perikanan dan Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Moh Abdi Suhufan menyatakan, untuk melesatkan pengembangan budi daya perikanan di Indonesia perlu mengatasi persoalan pakan perikanan.

"Rencana mengembangkan budi daya perikanan perlu dilakukan tapi dengan terlebih dahulu mengatasi ketersediaan pakan yang saat ini masih dipenuhi dari impor," kata Abdi di Jakarta, Senin.

Apalagi, ujar dia, sekitar 65 persen dari biaya yang dikeluarkan oleh pembudi daya biasanya terkait dengan pakan perikanan. Untuk itu, ia menegaskan bahwa cetak biru budidaya perikanan yang disiapkan juga harus mempersiapkan pula terkait dengan permasalahan pakan.

Sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengapresiasi program terkait kemandirian pakan ikan di Indonesia yang dinilai merupakan contoh baik untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA