Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Mahfud MD: Islam tak Ajarkan Anti-Kekuasaan dengan Kekerasan

Sabtu 07 Dec 2019 22:40 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan

Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan

Foto: Republika/Prayogi
Mahfud menegaskan Islam tak mengajarkan kekerasan.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN— Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan bahwa agama Islam tidak mengajarkan umat manusia melawan kekuasaan dengan mengatasnamakan Islam dengan cara kekerasan.

Baca Juga

"Islam adalah rahmatan lil-‘alamin (Rahmat bagi semesta) sehingga kita jangan merasa mau melawan kekuasaan mengatasnamakan Islam dengan kekerasan. Ndak ada ceritanya melawan pemerintah atau mengajak orang lain masuk Islam dengan kekerasan," katanya pada acara Silaturahim Ulama, Umara, TNI, dan Polri di Pekalongan, Sabtu (7/12).

Menkopolhukam juga menceritakan perjuangan Nabi Muhammad SAW saat masih hidup hingga wafat tidak pernah sekali pun memaksa manusia masuk (agama) Islam dengan cara memaksa maupun kekerasan karena Allah menciptakan (sesuatunya) dengan perbedaan.

Demikian pula, dengan kondisi negara Indonesia yang diragami dengan banyak perbedaan namun dapat bersatu karena berdasar Pancasila. "Negara Pancasila, Islam sekarang ini sudah bagus sehingga mari kita kembangkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah," katanya.

Dia mengatakan perkembangan Islam yang ramah ini sudah ditunjukan para ulama terdahulu dan kini diwarisi para ulama-ulama yang hadir pada kegiatan ini. 

Saat ini, kata dia, (ajaran Islam rahmatan lil-‘alamin) terus dikembangkan ke seluruh Indonesia demi untuk eksistensi negara menjadi "baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur".

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan acara pertemuan antara ulama, umara, TNI, dan Polri adalah untuk menanggulangi gejala radikalisme dan ekstremisme yang tidak sesuai dengan prinsip berbangsa dan bernegara. "Pada acara yang dihadiri sekitar 2.500 peserta terdiri atas ulama, umaro, TNI, dan Polri ini sepakat bahwa apapun kondisinya, negara Indonesia harus dipertahankan," katanya.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA