Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Digitalisasi untuk Antisipasi Dokumen Rusak Saat Bencana

Sabtu 07 Dec 2019 19:48 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Andi Nur Aminah

Digitalisasi arsip penting dilakukan untuk menghidari kerusakan saat terjadi bencana.

Digitalisasi arsip penting dilakukan untuk menghidari kerusakan saat terjadi bencana.

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Dokumen-dokumen penting seringkali menjadi korban saat terjadi bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Preservasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kandar mengatakan, dokumen-dokumen penting seringkali menjadi korban saat terjadi bencana. Dokumen tersebut menjadi rusak dan hilang pasca diterjang gempabumi, banjir bandang, maupun tsunami.

“Dokumen yang dimaksud seperti akte perkawinan, akte kelahiran, kartu keluarga, sertifikat tanah dan ijazah,” kata Kandar dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (7/12).

Kandar berujar, saat bencana terjadi, keluarga perlu melakukan upaya mengantisipasi kerusakan dokumen penting tersebut. Karena seringkali kerusakan bahkan kehilangan dokumen dialami oleh setiap keluarga yang tertimpa bencana. “Karena itu dokumen perlu untuk dijaga dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga

Kandar menyampaikan, upaya antisipasi kerusakan maupun kehilangan dokumen dapat dilalukan. Misalnya dengan digitalisasi. Sehubungan dengan restorasi arsip keluarga, sambungnya, ANRI memiliki layanan perlindungan secara gratis. "Kalau ada arsip yang rusak, kami siap melayani untuk membantu dan melatih dalam melindungi arsip," ujar Kandar.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA