Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Survei: 84 Persen Pemuda Saudi Senang Jadi Sukarelawan

Sabtu 07 Dec 2019 18:15 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nashih Nashrullah

Warga Saudi menikmati aktivitas mereka sebagai relawan. Foto ilustrasi Bendera Arab Saudi.

Warga Saudi menikmati aktivitas mereka sebagai relawan. Foto ilustrasi Bendera Arab Saudi.

Foto: AP/Cliff Owen
Warga Saudi senang mendedikasikan waktu sebagai sukarelawan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Warga muda Arab Saudi nyatanya tertarik untuk bekerja sebagai sukarelawan. Hal tersebut didapatkan berdasarkan hsail riset yang dilakukan National Center for Public Opinion Polls dari the King Abdul Aziz Center for National Dialogue yang berada di Riyadh.  

Seperti diwartakan Arabnews, Sabtu (7/12) riset menemukan bahwa 84 persen dari 1.126 anak muda Arab Saudi mengaku sangat tertarik untuk menyumbangkan waktu. Mereka bersedia mengambil bagian dalam program masyarakat. 

Baca Juga

Hampir separuh dari responden berasal dari seluruh warga di kerajaan tersebut. Responen merupakan 64 persen adalah laki-laki dan 36 persen perempuan.  

Mereka mengaku mudah untuk menemukan peluang sebagai sukarelawan dalam komunitas di Arab Saudi. Sementara 27 persen merasa sulit dan 11 persen mengaku tidak ada lowongan tersedia. 

"Sedangkan 14 persen mencatat bahwa pemuda Saudi tidak menerima informasi yang cukup tentang peluang menjadi sukarelawan," kata Survei tersebut. 

Survei juga menemukan bahwa 70 persen responden telah membaca, mengetahui atau mendengar tentang pentingnya dan keuntungan menjadi sukarelawan. Hanya 30 persen sisanya yang mengaku tidak mengetahui keuntungan sebagai sukarelawan. 

Sebesar 45 persen responden mengaku sudah berpartisipasi dalam pekerjaan sukarela. Dengan 68 persen ekspektasi mereka terkait pekerjaan itu terpenuhi. 

Survei mendapati bahwa 49 persen alasan masyarakat tidak mengikuti kegiatan sukarela adalah karena tidak memiliki cukup waktu. Sementara 24 persen mengaku tidak tahu tentang peluang sukarelawan. 

Sebanyak 13 persen mengalami kesulitan dalam mendapatkan peluang sukarela dan 12 persen menjawab mereka tidak pernah diminta untuk menyumbangkan waktu mereka.  

Alasan untuk mengambil kegiatan secara sukarela juga beragam. Mengacu pada hasil survei, 22 persen responden mengak untuk ambil bagian guna melayani masyarakat, 16 persen insentif penghargaan, 12 persen insentif keuangan, 7,5 persen pemenuhan dan kepuasan diri dan 7 persen untuk nilai-nilai dan etika belajar.

Sekitar 5 persen dari insentif penting lainnya adalah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, membangun hubungan sosial, mengembangkan karier, menyerahkan waktu sukarela untuk bekerja dan sekolah, dan mengalami lingkungan kerja sukarela.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA