Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Palestina Tolak Pembangunan Rumah Sakit oleh LSM AS di Gaza

Sabtu 07 Des 2019 15:23 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Foto: AP Photo/Richard Drew
Pembangunan rumah sakit dianggap bagian dari rencana AS yang ditolak Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menentang rencana pembangunan rumah sakit yang didanai LSM Amerika Serikat (AS), Friend Ship, di Jalur Gaza. Rumah sakit itu hendak dibangun di Gaza utara dekat perbatasan Israel.

Baca Juga

"Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa Deal of the Century sedang diwujudkan bagian demi bagian," kata Abbas dalam pertemuan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Ramallah pada Jumat (6/12), dikutip laman Anadolu Agency.

Deal of the Century adalah rencana perdamaian yang digagas AS untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Pada Juni lalu, AS telah menghelat konferensi ekonomi bertajuk “Peace for Prosperity” di Manama, Bahrain. Dalam kegiatan tersebut, penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner merilis rencana perdamaian Israel-Palestina bagian pertama yang telah lama dinanti dunia Arab.

Dalam rencana itu, Kushner berupaya menghimpun dana investasi sebesar 50 miliar dolar AS untuk Palestina dari sejumlah negara dan investor. Dana tersebut diharapkan dapat membantu perekonomian Palestina yang macet serta pembangunan infrastruktur di sana.

Namun, rencana itu menuai kritik keras dari Yordania dan Palestina. Abbas menyatakan menolak rencana tersebut karena tak memenuhi tuntutan politik negaranya. "Uang itu penting. Ekonomi penting. Tapi politik lebih penting. Solusi politik lebih penting," kata Abbas.

Palestina memang tak lagi memandang AS sebagai mediator yang normal dalam penyelesaian konflik dengan Israel. Washington dianggap membela kepentingan politik Israel. Hal itu tercermin saat Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA