Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Video Nata De Coco Kandung Plastik Bahaya, Ini Kata Samba

Sabtu 07 Dec 2019 12:26 WIB

Rep: SWAOnline (swa.co.id)/ Red: SWAOnline (swa.co.id)

Beredar video memperlihatkan produk KARA Nata De Coco mengandung plastik berbahaya

Beredar video memperlihatkan produk KARA Nata De Coco mengandung plastik berbahaya

Beredar video memperlihatkan produk KARA Nata De Coco mengandung plastik berbahaya

Beredarnya beberapa video yang memperlihatkan bahwa produk KARA Nata De Coco mengandung plastik yang berbahaya untuk kesehatan, Sambu Group sebagai pemegang merek KARA, memberikan pernyataan bahwa video - video tersebut mengandung informasi yang salah dan menyesatkan.

"Sambu Group wajib memberitahukan bahwa video - video tersebut mengandung informasi yang salah dan menyesatkan," ujar  Dwianto Arif Wibowo,  Corporate Communications Manager Sambu Group .

Ia lalu menyampaikan fakta yang menegaskan bahwa  KARA Nata De Coco aman untuk dikonsumsi anak-anak. Pertama, mengutip dari Lipi.go.id nata de coco merupakan selulosa murni yang dihasilkan dari air kelapa dengan bantuan Acetobacter xylinum yang dapat dikonsumsi sebagai makanan berserat yang baik bagi kesehatan. Kemudian, kedua, Nata de coco berasal dari bahan kelapa murni yang tidak boleh tercampur oleh kotoran.

Ketiga, bahwa semua produk KARA Nata De Coco telah teregistrasi di BPOM RI. Produk pangan olahan yang telah terdaftar di badan BPOM sudah dievaluasi keamanan, mutu dan gizinya. Sehingga KARA Nata De Coco aman untuk dikonsumsi. Dan, keempat, semua produk KARA Nata De Coco telah menerima sertifikasi HACCP dan ISO 2200 serta Halal dari LPPOM MUI. Hal mana ini memperlihatkan keamanan pangan yang dimiliki oleh KARA Nata De Coco telah diakui dan disertifikasi oleh pihak independen.

Dwianto Arif menambahkan, bahwa sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan  dapat dipidana penjara dan denda.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA