Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Kisah Heboh Sepeda Lipat Brompton

Sabtu 07 Dec 2019 11:41 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Sepeda buatan Onggris,Bromptin, yang ringan, kuat, dan mudah dilipat.

Sepeda buatan Onggris,Bromptin, yang ringan, kuat, dan mudah dilipat.

Foto: google.com
Kisah sepeda buatan Inggris Brompton yang lagi terkenal

Oleh: Fahmi Mada, Jurnalis Senior

Andrew Ritchie pasti tak membayangkan sepeda lipat ciptaannya pada tahun 1975 akan menghebohkan jagat Indonesia pada akhir tahun 2019 ini. Sepeda yang dinamai dengan merek Brompton begitu kesohor ke seantero dunia.

Kisah sepeda lipat yang pertama diproduksi di South Kensington Inggris ini tidaklah langsung melejit. Produksinya sempat terseok-seok, malah bikin was-was dan frustrasi Ritchie sebagai perancangnya.

Setelah melewati proses panjang untuk penyempurnaan, pada tahun 2011 sepeda ini mulai dilirik oleh pasar internasional. Saat ini untuk pasar Indonesia disegel dengan harga yang bikin pengojek online merinding. Satu unit Brompton S2L-X Gloss Titanium setara dengan tiga unit sepeda motor bebek Honda Vario keluaran terbaru.

Apa sih sebenarnya keunggulan sepeda ini? Gampang dilipat, ringan dan enak ditenteng untuk naik pesawat, mobil dan kereta api. Lainnya merek Brompton adalah prestise. Tak ayal kalau anda rajin ikut car free day setiap akhir pekan di kawasan Sudirman dan Thamrin, jenis sepeda ini bikin mata anda tak berkedip.

Kehebatan sepeda ini juga diakui oleh Sri Mulyani, menteri keuangan kita. Katanya sepeda ini sedang trend di kalangan olang-olang kaya di Ibukota negara ini.
Tetapi gara-gara sepeda lipat ini telah pula melipat nasib Ari Askhara, Dirut PT Garuda Indonesia. Ia tak menyadari cara "impornya" tersebut tak terlalu rumit untuk dideteksi petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta.

Saya sedih atas peristiwa ini, sebenarnya Ari Askhara bukan orang miskin yang tak sanggup memilki dua unit sepeda lipat Brompton dan satu unit Harley Davidson lawas. Mencermati harta kekayaan yang dimiliki dan dilaporkan ke KPK, ia tergolong tajir.

Kesedihan lain, saya tak mungkin lagi melihat Ari Askhara dan "istrinya" yang jelita itu wara-wiri dengan sepeda Brompton pada hari care free day di Jalan Thamrin, hanya selemparan batu dari kantor PT Garuda Indonesia Tbk.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA