Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

UIII akan Jadi Pusat Studi Islam Khas Indonesia

Senin 02 Dec 2019 20:47 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pembangunan Kampus UIII Depok.

Pembangunan Kampus UIII Depok.

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Kemenag menyebut UIII akan menjadikan Indonesia sebagai tujuan studi Islam di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang saat ini dibangun akan menjadi salah satu pusat studi Islam yang khas Indonesia.

"Kita ingin studi Islam punya keunikan, punya distingsi, punya kekhasan yang membedakan dari tempat lain," kata Amin saat berbincang dengan wartawan di Depok, Jawa Barat, Senin (2/12).

Dia mengatakan UIII akan menjadikan Indonesia sebagai tujuan studi Islam di dunia. UIII akan menjadi salah satu perguruan tinggi studi Islam yang representatif di kancah global dan bisa bersaing dengan kampus kelas dunia yang lain.

Menurut dia, UIII dibangun untuk sejajar dengan pusat studi Islam kelas dunia, termasuk kampus dari Timur Tengah. Maka dari itu, untuk dapat masuk menjadi mahasiswa kampus tersebut akan melewati persaingan yang tinggi.

"Jadi karena masuk ke situ akan sangat kompetitif karena berbeasiswa, jadi tentu mencari inputnya yang bagus-bagus. UIII menggunakan pengantar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," katanya.

Amin mengatakan fasilitas UIII juga dibangun berstandar internasional dan terpadu seperti fasilitas studi, asrama, perpustakaan dan hal terkait lainnya. Saat ini, kampus UIII dalam tahap pembangunan dan targetnya pada 2020 sudah rampung dan dapat menerima mahasiswa baru.

"Semuanya sedang berjalan. Asumsi saya September 2020 itu pembangunan tahap sekarang selesai kemudian bisa menerima mahasiswa. Tapi pembangunannya masih bertahap," katanya.

Dia mengatakan UIII akan memiliki luas yang tergolong besar sekitar 142,5 hektare di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. "Jadi karena kampusnya besar, bisa kita bangun sekaligus bertahap. Bahkan Kementerian PUPR juga membantu sekitar Rp 500 miliar. Di 2020 Kementerian PUPR akan membangun perpustakaan dan masjid. Kementerian PUPUR yang akan membangun, selebihnya Kementerian Agama," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA