Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Penumpang Sakit, Lion Air Mendarat Darurat di Semarang

Sabtu 07 Dec 2019 04:50 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Indira Rezkisari

Lion Air

Lion Air

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Lion Air mengimbau penumpang menginformasikan kondisi medisnya sebelum terbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lion Air kode penerbangan JT-324 Rute Soekarno-Hatta Tangerang tujuan Banjarmasin harus mendarat darurat di Semarang. Langkah tersebut dilakukan karena terdapat penumpang yang membutuhkan pertolongan medis segera.   

“Lion Air menyampaikan rasa turut prihatin atas kejadian yang menimpa satu penumpang dimaksud,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (6/12).

Danang mengungkapkan, sebelum mendarat telah menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara bahwa pesawat tersebut akan melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (SRG). Alasannya karena ada satu penumpang yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Awak kabin yang bertugas pun terangnya, melakukan penanganan dengan mengumumkan dalam kabin apakah terdapat dokter atau petugas medis serta membantu melakukan penanganan pertama.

Petugas layanan darat Lion Air di Semarang bersama pengelola bandar udara dan balai karrantina kesehatan bandar udara sudah mempersiapkan untuk melakukan pertolongan.
 
“Lion Air mendarat normal pukul 12.00 WIB. Setelah posisi pesawat berada di landas parkir (apron), seluruh pihak terlibat segera melakukan tindakan penanganan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Danang.
 
Setelah proses penanganan selesai, ujar Danang, Lion Air JT-324 kembali mengudara dari Semarang pada pukul 13.13 WIB. Lion Air yang membawa tujuh kru dan 152 penumpang itu tiba di Bandar Udara Syamsudin Noor pukul 15.14 WITA.
 
Danang menekankan, kepada setiap penumpang bahwa berdasarkan prosedur layanan penerbangan, untuk selalu memberikan informasi secara rinci, jelas, sesuai keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in. Jika sedang hamil, sakit berat menular atau tidak menular atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan penumpang lain saat melakukan perjalanan udara.
 
“Kondisi kesehatan pada umumnya tidak memerlukan surat izin medis. Namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap pelanggan mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan,” terangnya.
 
Lion Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA